Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 184,91 triliun, mengalami perubahan sebesar -6.22% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 197,18 triliun.
  • Aset Lancar & Tidak Lancar: Klasifikasi aset lancar dan tidak lancar tidak disajikan dalam laporan keuangan bank karena struktur neraca yang berbeda dengan perusahaan non-keuangan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 153,37 triliun, turun sebesar 7.60% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek & Panjang: Klasifikasi liabilitas jangka pendek dan panjang tidak disajikan secara terpisah di laporan posisi keuangan utama.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 31,55 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 1.09% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, total pendapatan operasional perusahaan (pendapatan bunga dan Syariah neto ditambah pendapatan operasional lainnya) tercatat sebesar Rp 4,55 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 4.99% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 0,58 triliun, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 348.11% dari tahun sebelumnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 7,55, menunjukkan kenaikan sebesar 346.75% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio & Quick Ratio: Rasio ini tidak umum digunakan untuk menganalisis bank karena sifat bisnis dan struktur neracanya yang unik. Kemampuan likuiditas bank lebih akurat diukur dengan rasio spesifik perbankan seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR).

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Bunga Bersih (sebagai proksi Margin Laba Kotor): 78,56%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan pendapatan dari aktivitas intinya (selisih bunga pinjaman dan biaya simpanan).
  • Margin Laba Bersih: 12,65%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan dari total pendapatan operasionalnya.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 0,60%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba (disetahunkan).
  • Return on Equity (ROE): 3,67%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham (disetahunkan).

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 4,86. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 7 Agustus 2025, yaitu Rp 206, PER perusahaan tercatat sebesar 13,64x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,51x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 206 dan nilai buku per saham sebesar Rp 406,01. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. BNII menunjukkan lompatan profitabilitas yang sangat signifikan dengan laba bersih yang meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun total aset dan liabilitas mengalami sedikit penurunan, peningkatan ekuitas dan efisiensi laba menjadi sorotan utama. Dari sisi valuasi, saham BNII diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV < 1), yang bisa menjadi indikasi potensi undervaluation bagi sebagian investor. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments