Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 197.957.486 juta, mengalami kenaikan 0,39% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 197.179.822 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada penempatan dana dan surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih (termasuk pembiayaan syariah dan konsumen) mencapai Rp 116.821.290 juta (Rp 110.563.526 juta + Rp 6.257.764 juta), turun 5,50% dari akhir tahun 2024 (Rp 116.485.643 juta + Rp 7.075.948 juta), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga (efek diperdagangkan dan investasi keuangan) tercatat Rp 48.356.423 juta, naik 14,88% dari akhir 2024 (Rp 42.092.794 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 5.932.647 juta, naik 97,82%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 165.596.115 juta, turun 0,23% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 165.971.431 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 131.213.435 juta, naik 10,26% dari akhir 2024 (Rp 119.003.891 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 3.375.590 juta, turun 43,93%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 32.361.371 juta, naik 3,69% dari 31 Desember 2024 (Rp 31.208.391 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 5.373.492 juta, naik 0,84% YoY dibandingkan Rp 5.328.934 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang tipis sementara beban bunga juga terkendali.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
- Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya (total pendapatan operasional lainnya) tercatat Rp 1.579.189 juta, naik 10,69% YoY.
Beban Operasional
- Total beban operasional lainnya (selain bunga) mencapai Rp 5.678.147 juta, turun 3,81% YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan beban umum & administrasi.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Pembentukan CKPN (neto) tercatat Rp 766.771 juta, mencerminkan perbaikan risiko kredit dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp 1.132.968 juta).
Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 1.021.922 juta, naik 68,70% YoY dari Rp 605.742 juta.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 12.98, naik 77,32% YoY.
Rasio Keuangan Utama Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM) (Annualized): 4,04% (Kalkulasi internal berdasarkan NII YTD dan rata-rata Aset Produktif).
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,69% (Kalkulasi internal berdasarkan Laba Bersih YTD dan rata-rata Total Aset).
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,29% (Kalkulasi internal berdasarkan Laba Bersih YTD dan rata-rata Total Ekuitas).
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 81,67% (Kalkulasi internal berdasarkan data Laba Rugi).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,43%.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,46%.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 93,43% (Kalkulasi internal berdasarkan Kredit Bruto dan DPK).
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 22,23% (KPMM Konsolidasian – Utama).
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 204 per 11 November 2025, PER (annualized) tercatat 11,79x (Kalkulasi internal berdasarkan EPS YTD Rp 12.98).
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 424,60 (Kalkulasi internal berdasarkan Ekuitas dan jumlah saham), PBV berada di level 0,48x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan BNII selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan, yang utamanya didorong oleh efisiensi operasional (penurunan Opex) dan penurunan tajam dalam biaya provisi (CKPN). Pertumbuhan NII yang relatif datar menjadi indikator utama bahwa pertumbuhan pendapatan inti masih terbatas, sejalan dengan adanya kontraksi pada penyaluran kredit.
Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di level 22,23%. Kualitas aset menunjukkan perbaikan yang tercermin dari NPL yang terkendali dan penurunan biaya CKPN.
Dari sisi valuasi, saham BNII saat ini diperdagangkan pada PBV 0,48x yang relatif sangat menarik (di bawah nilai buku). Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit ke depan, efisiensi operasional yang berkelanjutan, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!