Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Mayapada Internasional Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 154.539.876 juta , mengalami kenaikan 2,90% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 150.184.175 juta ). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penempatan dana.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 104.266.879 juta , turun 0,83% dari akhir tahun 2024 (Rp 105.134.249 juta ), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek & Obligasi Pemerintah): Nilai surat berharga tercatat Rp 6.983.244 juta (Efek-efek Rp 3.090.428 juta dan Obligasi Pemerintah Rp 3.892.816 juta ), turun 18,79% dari akhir 2024 (Rp 8.599.413 juta ).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 7.138.525 juta , naik 7,23%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 137.511.438 juta , naik 3,20% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 133.244.905 juta ).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 131.100.601 juta , naik 3,74% dari akhir 2024 (Rp 126.372.786 juta ), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 2.672.365 juta , naik 48,38%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 17.028.438 juta , naik 0,53% dari 31 Desember 2024 (Rp 16.939.270 juta ). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih dan perubahan pada penghasilan komprehensif lain.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII) Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 2.192.851 juta , naik 31,75% YoY dibandingkan Rp 1.664.350 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang melampaui kenaikan beban bunga.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income) Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp 90.718 juta , naik 39,60% YoY.
Beban Operasional Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 2.234.329 juta , naik 33,80% YoY , terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban Umum dan Administrasi (dari Rp 946.117 juta menjadi Rp 1.323.798 juta).
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Pembentukan CKPN (Aset Keuangan dan Non-Keuangan) tercatat Rp 201.142 juta , meningkat dari Rp 84.993 juta pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan antisipasi risiko kredit.
Laba Bersih Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 41.647 juta , turun 16,06% YoY dari Rp 49.617 juta.
Earnings per Share (EPS) EPS dasar tercatat Rp 3,52 , turun 15,99% YoY dari Rp 4,19.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM) (Annualized): 1,92% (dihitung menggunakan NII anualisasi dibagi rata-rata aset).
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,04% (dihitung menggunakan laba bersih anualisasi dibagi rata-rata aset).
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,33% (dihitung menggunakan laba bersih anualisasi dibagi rata-rata ekuitas).
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 99,49% (dihitung dari total beban operasional dibagi total pendapatan operasional), menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank yang sangat rendah.
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 3,27% , membaik dari 3,47% pada akhir 2024.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 2,50% , membaik dari 2,63% pada akhir 2024.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 80,48% (dihitung menggunakan total kredit gross Rp 105.514.201 juta dibagi total simpanan nasabah Rp 131.100.601 juta ).
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 10,09% , sedikit menurun dari 10,50% pada akhir 2024. (Catatan: Rasio KPMM Minimum berdasarkan profil risiko bank adalah 10,82% ).
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 242 per 12 November 2025, PER (annualized) tercatat 51,58x (dihitung dari harga per saham dibagi EPS anualisasi Rp 4,69).
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 1.439,13 (dihitung dari total ekuitas Rp 17.028.438 juta dibagi jumlah saham beredar 11.832.368.850 ), PBV berada di level 0,17x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank Mayapada Internasional Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan besar dalam profitabilitas dan efisiensi. Meskipun bank berhasil mencatatkan pertumbuhan NII yang kuat (31,75% YoY), pencapaian ini tergerus habis oleh lonjakan beban operasional non-bunga, khususnya beban umum dan administrasi, yang menyebabkan laba bersih turun 16,06% YoY.
Hal ini tercermin pada rasio BOPO yang sangat tinggi (99,49%) dan margin profitabilitas (ROA dan ROE) yang sangat tipis. Kualitas aset menunjukkan sedikit perbaikan dengan NPL Gross di level 3,27%.
Poin paling kritis adalah tingkat permodalan (CAR) bank yang sebesar 10,09% , yang berada di bawah rasio KPMM minimum yang dipersyaratkan untuk profil risiko bank tersebut (10,82% ).
Dari sisi valuasi, saham MAYA diperdagangkan pada PBV yang sangat rendah (0,17x), mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap profitabilitas (ROE sangat rendah) dan kecukupan modal. PER terlihat tinggi (51,58x) akibat tipisnya laba yang dihasilkan. Investor perlu mempertimbangkan langkah strategis bank dalam mengendalikan biaya operasional secara drastis dan memperkuat struktur permodalan untuk memenuhi ketentuan regulator.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!