Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Maspion Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 21,93 triliun, mengalami penurunan 1,70% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 22,31 triliun). Penurunan ini terutama didorong oleh kontraksi penyaluran kredit, meskipun sebagian diimbangi oleh pertumbuhan signifikan pada pos surat berharga (efek-efek).
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 14,18 triliun, turun 11,23% dari akhir tahun 2024 (Rp 15,97 triliun), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp 4,84 triliun, naik 60,53% dari akhir 2024 (Rp 3,02 triliun).
  • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 271,94 miliar (bersih), naik 25,63% dari akhir 2024 (Rp 216,45 miliar).

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp 15,42 triliun, turun 2,67% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 15,84 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 13,18 triliun, turun 0,55% dari akhir 2024 (Rp 13,25 triliun), menandakan penurunan tipis dana kelolaan.
  • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 1,95 triliun, turun 16,79% dari akhir 2024 (Rp 2,35 triliun).

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat Rp 6,51 triliun, naik 0,69% dari 31 Desember 2024 (Rp 6,46 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan dan perubahan positif pada nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain.

Laporan Laba Rugi (Periode 9 Bulan 2025 vs 2024)

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 511,92 miliar, turun 3,35% YoY dibandingkan Rp 529,66 miliar pada periode sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi karena beban bunga tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan bunga.

Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)

  • Pendapatan provisi, komisi, denda, administrasi, keuntungan penjualan surat berharga, dan lainnya tercatat Rp 61,02 miliar, naik 48,07% YoY dari Rp 41,21 miliar. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh keuntungan penjualan surat berharga dan pendapatan lain-lain.

Beban Operasional

  • Total beban operasional (selain bunga, termasuk CKPN) mencapai Rp 540,24 miliar, naik 7,60% YoY dari Rp 502,08 miliar, terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan tunjangan serta beban umum dan administrasi.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

  • Pembentukan CKPN (beban) tercatat Rp 99,66 miliar, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 111,10 miliar, mencerminkan antisipasi risiko kredit.

Laba Bersih

  • Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 31,92 miliar, turun 42,46% YoY dari Rp 55,47 miliar.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS dasar tercatat Rp 1,76, turun 42,48% YoY dari Rp 3,06.

Rasio Keuangan Utama (per 30 September 2025)

Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): (Data earning assets rata-rata tidak tersedia secara rinci di laporan ini untuk perhitungan akurat).
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,19%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba. (Perhitungan: Laba Bersih 9M / Aset Rata-rata * (12/9)).
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,66%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham. (Perhitungan: Laba Bersih 9M / Ekuitas Rata-rata * (12/9)).
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 94,31%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik). (Perhitungan: Total Beban Operasional / (NII + Total Pendapatan Operasional Lainnya)).

Kualitas Aset

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,80%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
  • Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,45%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Likuiditas

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 107,62%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Perhitungan: Kredit Bersih / DPK). Nilai di atas 100% menunjukkan penyaluran kredit melebihi DPK yang dihimpun.

Permodalan

  • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 46,44%, menunjukkan kecukupan modal bank yang sangat kuat untuk menyerap potensi kerugian.

Valuasi Pasar (per 28 Oktober 2025)

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 675 per 28 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 287,23x. (Perhitungan: Harga Saham / (EPS Dasar 9M * (12/9))).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 359,50 (Ekuitas / Jumlah Saham), PBV berada di level 1,88x. (Perhitungan: Harga Saham / BVPS).

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Bank Maspion Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan profitabilitas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terdapat pertumbuhan kuat pada pendapatan operasional lainnya. Penurunan NII dan kenaikan beban operasional menjadi faktor utama tekanan pada laba bersih. Dari sisi neraca, terjadi kontraksi penyaluran kredit yang signifikan, namun diimbangi dengan pertumbuhan pos efek-efek. Kualitas aset (NPL Gross) berada di level moderat 2,80%, sementara tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di 46,44%. Rasio LDR di atas 100% mengindikasikan ekspansi kredit yang lebih tinggi dibandingkan penghimpunan DPK.

Dari sisi valuasi, saham BMAS saat ini diperdagangkan pada PER yang sangat tinggi (287,23x) dan PBV yang relatif premium (1,88x) mengingat tingkat ROE yang rendah (0,66% annualized). Investor perlu mempertimbangkan prospek pemulihan pertumbuhan kredit, upaya peningkatan efisiensi operasional untuk menekan BOPO, manajemen kualitas aset (NPL), dampak tingkat permodalan yang sangat tinggi terhadap potensi ekspansi atau kebijakan dividen, serta kondisi makroekonomi dan suku bunga dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here