Pada tahun 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank yang solid. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 2.829,95 triliun, mengalami kenaikan 16,59% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 2.427,22 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit yang ekspansif dan pertumbuhan surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 1.801,93 triliun, naik 14,49% dari akhir tahun 2024 (Rp 1.573,86 triliun), menunjukkan ekspansi yang kuat dalam penyaluran pinjaman di tengah pemulihan ekonomi.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga (termasuk Obligasi Pemerintah) tercatat Rp 417,55 triliun, naik 9,09% dari akhir 2024 (Rp 382,75 triliun).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 50,47 triliun, turun 20,18% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan optimalisasi likuiditas ke aset produktif (Catatan: Giro pada BI meningkat signifikan menjadi Rp 238,29 triliun).
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 2.212,93 triliun, naik 18,95% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 1.860,41 triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (termasuk Dana Syirkah Temporer) tercatat Rp 2.105,76 triliun, naik 23,95% dari akhir 2024 (Rp 1.698,90 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan yang sangat solid, didukung oleh peningkatan giro dan tabungan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 21,51 triliun, turun 22,39% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekuitas
Total Ekuitas: Tercatat Rp 327,40 triliun, naik 4,44% dari 31 Desember 2024 (Rp 313,47 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih tahun berjalan meskipun terdapat pembagian dividen.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
Selama tahun 2025, NII mencapai Rp 106,21 triliun, naik 4,38% YoY dibandingkan Rp 101,76 triliun pada tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari kredit yang optimal.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp 48,00 triliun, naik 13,83% YoY dibandingkan Rp 42,17 triliun, mencerminkan diversifikasi pendapatan (fee-based income) yang semakin kuat.
Beban Operasional
Total beban operasional (selain bunga dan CKPN) mencapai Rp 67,58 triliun, naik 15,31% YoY dari Rp 58,61 triliun, terutama dipengaruhi oleh beban umum, administrasi, dan personalia seiring ekspansi bisnis.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Pembentukan CKPN tercatat Rp 10,36 triliun, turun 12,30% dari Rp 11,81 triliun, mencerminkan pemulihan kualitas kredit dan manajemen risiko yang lebih baik.
Laba Bersih
Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 61,35 triliun, naik 0,30% YoY dari Rp 61,17 triliun.
Earnings per Share (EPS)
EPS dasar tercatat Rp 603,23, naik 0,93% YoY dibandingkan Rp 597,67.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 4,04% (estimasi), mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA): 2,33%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 19,14%, menggambarkan imbal hasil yang tinggi atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 63,9% (estimasi), menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank yang terjaga.
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: Terjaga di kisaran 1,2% – 1,5% (estimasi industri), dengan tren perbaikan kualitas aset.
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 87,8%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga, menunjukkan likuiditas yang masih ample untuk ekspansi.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR): Diperkirakan >20%, menunjukkan permodalan yang sangat kuat untuk menyerap risiko.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 5.050 per 6 Februari 2026, PER tercatat 8,37x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sekitar Rp 3.147, PBV berada di level 1,60x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan Bank Mandiri (BMRI) selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid dan stabilitas profitabilitas. Pertumbuhan kredit sebesar 14,5% dan DPK sebesar 24% menjadi indikator utama ekspansi bisnis yang kuat. Meskipun laba bersih tumbuh tipis (0,3%), kualitas aset membaik ditandai dengan penurunan biaya provisi (CKPN) sebesar 12%. Tingkat profitabilitas (ROE 19%) dan permodalan masih terjaga sangat kuat.
Dari sisi valuasi, saham BMRI saat ini diperdagangkan pada PER 8,37x dan PBV 1,60x yang tergolong wajar (fair) hingga menarik dibandingkan rata-rata historis dan industri perbankan besar (Big 4). Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, dividen yield yang menarik, serta stabilitas ekonomi makro dalam mengevaluasi potensi investasi jangka panjang pada saham ini.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Gabung Membership PintarSaham.id biar kamu bisa tahu target harga wajar NISP di 2026 secara jelas. Serta lengkap dengan konsensus TradingView, perbandingan peers & industri, plus skenario valuasi yang rapi, jadi keputusanmu bukan sekadar katanya mahal/premium.