Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 25,98 triliun, mengalami perubahan sebesar 6,31% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 24,44 triliun. Pertumbuhan aset terutama didorong oleh kenaikan pada pos penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain serta giro pada bank lain.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 22,32 triliun, meningkat sebesar 7,19% dari akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 20,82 triliun. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan simpanan dari nasabah.
  • Simpanan Nasabah: Simpanan dari nasabah meningkat menjadi Rp 21,57 triliun dari Rp 20,13 triliun pada akhir tahun 2024.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 3,66 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,23% dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 3,61 triliun.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, total pendapatan bunga dan operasional lainnya perusahaan tercatat sebesar Rp 918,86 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 7,36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 991,90 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pada pos pendapatan bunga.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 24,70 miliar, yang mengalami penurunan signifikan sebesar 64,14% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 68,89 miliar. Penurunan laba bersih ini terutama didorong oleh peningkatan total beban operasional lainnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 4,03, menunjukkan penurunan sebesar 64,12% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang tercatat Rp 11,23.

Rasio Keuangan

Rasio berikut dihitung berdasarkan data laporan keuangan dan disajikan untuk analisis. Perlu dicatat bahwa rasio likuiditas seperti Current Ratio dan Quick Ratio tidak umum digunakan untuk menganalisis bank karena struktur neraca yang unik.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Pendapatan Bunga Bersih: 34,51%. Rasio ini (dihitung sebagai Pendapatan Bunga Bersih dibagi Pendapatan Bunga) menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola selisih antara bunga yang diperoleh dari aset produktif dengan bunga yang dibayarkan kepada nasabah.
  • Margin Laba Bersih: 2,69%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak dari total pendapatan bunga dan operasional.
  • Return on Assets (ROA): 0,19% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 1,35% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 6,10 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara total liabilitas perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 8 Agustus 2025, yaitu Rp 4.390, dan laba per saham yang disetahunkan sebesar Rp 8,06, PER perusahaan tercatat sebesar 544,67x. Nilai PER yang tinggi ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan laba di masa depan atau valuasi pasar yang premium, meskipun laba saat ini menurun signifikan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 7,36x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 4.390 dan nilai buku per saham sebesar Rp 596,2917. Rasio ini mengindikasikan harga pasar saham diperdagangkan 7,36 kali lebih tinggi dari nilai buku perusahaannya.

Kesimpulan

Pada semester pertama 2025, PT Bank Ina Perdana Tbk menunjukkan pertumbuhan aset, liabilitas, dan ekuitas yang solid. Namun, dari sisi profitabilitas, perusahaan mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini tercermin pada rasio profitabilitas yang lebih rendah dan valuasi PER yang sangat tinggi akibat penurunan laba. Rasio PBV yang tinggi menunjukkan bahwa pasar masih menilai perusahaan di atas nilai bukunya. Investor perlu mempertimbangkan dinamika penurunan profitabilitas ini dalam pengambilan keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here