Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 9,21 triliun , mengalami perubahan sebesar -11,09% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 10,36 triliun.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5,64 triliun , turun sebesar
18,37% dari akhir tahun sebelumnya.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 3,57 triliun , yang mencatatkan peningkatan sebesar 3,52% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Pendapatan Bunga: Pada semester 1 2025, pendapatan bunga perusahaan tercatat sebesar Rp 361 miliar , yang mengalami kenaikan sebesar
4,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 107,45 miliar , yang mengalami kenaikan signifikan sebesar
78,29% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 4,48 , menunjukkan kenaikan sebesar 78,49% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 29 Agustus 2025, yaitu Rp 116, PER perusahaan tercatat sebesar 12,95x (dengan laba per saham disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,78x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 116 dan nilai buku per saham sebesar Rp 148,78. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan PT Bank Ganesha Tbk pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan peningkatan profitabilitas yang kuat, terlihat dari kenaikan signifikan pada laba bersih dan laba per saham dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan total aset dan liabilitas, ekuitas perusahaan tetap bertumbuh. Dari sisi valuasi, dengan PBV di bawah 1x, saham BGTG dapat dianggap undervalued relatif terhadap nilai bukunya. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri perbankan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!