Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca) 

Aset 

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 38,08 triliun, mengalami kenaikan 13,53% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 33,55 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit dan pertumbuhan surat berharga. 
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 26,14 triliun, naik 13,58% dari akhir tahun 2024 (Rp 23,01 triliun), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman. 
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga neto tercatat Rp 8,07 triliun, naik 18,42% dari akhir 2024 (Rp 6,82 triliun). Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 667,03 miliar, naik 97,34% dari Rp 338,01 miliar.

Liabilitas 

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp 30,94 triliun, naik 15,86% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 26,70 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 28,67 triliun, naik 22,73% dari akhir 2024 (Rp 23,36 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan. Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 1,69 triliun, naik 100,51%.

Ekuitas 

Total Ekuitas: Tercatat Rp 7,15 triliun, naik 4,44% dari 31 Desember 2024 (Rp 6,84 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih.


Laporan Laba Rugi 

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII) 

Selama tahun 2025, NII mencapai Rp 995,81 miliar, naik 4,63% YoY dibandingkan Rp 951,77 miliar pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh penurunan beban bunga dana yang mampu mengimbangi penurunan pendapatan bunga.

Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income) 

Total pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 90,68 miliar, naik 21,32% YoY dari Rp 74,74 miliar.

Beban Operasional 

Total beban operasional lainnya (selain bunga) mencapai Rp 554,02 miliar, naik 2,78% YoY, terutama dipengaruhi oleh beban gaji, umum, dan administrasi.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) 

Pembentukan CKPN tercatat Rp 158,32 miliar, mencerminkan antisipasi risiko kredit.

Laba Bersih 

Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 301,95 miliar, naik 2,22% YoY dari Rp 295,40 miliar.

Earnings per Share (EPS) 

EPS dasar tercatat Rp 7,96, naik 2,18% YoY dari Rp 7,79.


Rasio Keuangan Utama 

Profitabilitas 

  • Net Interest Margin (NIM): 2,92%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana. 
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 1,10%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba. 
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,32%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham. 
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 83,24%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).

Kualitas Aset 

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 1,53%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit. Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,11%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Likuiditas 

Loan to Deposit Ratio (LDR): 91,18%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.

Permodalan 

Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 29,48%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.


Valuasi Pasar 

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 76 per 23 Februari 2026, PER (annualized) tercatat 9,55x. 
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 188,44, PBV berada di level 0,40x.

Kesimpulan 

Kinerja keuangan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid. Pertumbuhan NII yang stabil menjadi indikator utama, sementara efisiensi beban operasional dan kualitas kredit menjadi faktor penting lainnya. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat. 

Dari sisi valuasi, saham MCOR saat ini diperdagangkan pada PBV yang relatif menarik dibandingkan rata-rata industrinya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, risiko suku bunga, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here