Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 34.280.132 juta , mengalami kenaikan 2,19% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 33.545.461 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada penempatan dana di Bank Indonesia dan bank lain.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 22.979.811 juta , relatif stabil (turun tipis -0,14%) dari akhir tahun 2024 (Rp 23.012.879 juta), menunjukkan tidak adanya ekspansi signifikan dalam penyaluran pinjaman secara neto.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga bersih tercatat Rp 5.838.339 juta , turun 14,34% dari akhir 2024 (Rp 6.815.516 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 2.381.015 juta , naik signifikan 604,43% dari Rp 338.006 juta pada akhir 2024.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 27.195.106 juta , naik 1,84% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 26.703.665 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 25.117.561 juta , naik 7,53% dari akhir 2024 (Rp 23.357.473 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 931.022 juta , naik 10,22% dari Rp 844.674 juta pada akhir 2024.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 7.085.026 juta , naik 3,56% dari 31 Desember 2024 (Rp 6.841.796 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan dan penghasilan komprehensif lain.
Laporan Laba Rugi (9 Bulan 2025 vs 9 Bulan 2024)
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 715.283 juta , turun 4,24% YoY dibandingkan Rp 746.974 juta pada periode sama tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan bunga.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
- Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya (termasuk hasil transaksi valas dan perubahan nilai wajar efek) tercatat Rp 42.560 juta , turun signifikan 43,52% YoY dari Rp 75.354 juta. Penurunan terutama dari pendapatan provisi dan komisi serta kerugian transaksi mata uang asing.
Beban Operasional
- Total beban operasional (selain bunga) yang terdiri dari beban umum & administrasi serta beban tenaga kerja mencapai Rp 406.734 juta , turun tipis 2,34% YoY dari Rp 416.470 juta.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Pembentukan CKPN (atas aset produktif) tercatat sebesar Rp 61.320 juta , menurun signifikan dibandingkan Rp 131.982 juta pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan antisipasi risiko kredit yang lebih rendah di periode ini. (Catatan: 2024 juga mencatat beban CKPN aset non-produktif Rp 25.000 juta ).
Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 230.876 juta , naik 4,47% YoY dari Rp 220.992 juta. Kenaikan laba ini terutama ditopang oleh penurunan beban CKPN.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 6,09 , naik 4,46% YoY dari Rp 5,83.
Rasio Keuangan Utama (per 30 September 2025)
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): (Tidak dapat dihitung secara akurat tanpa data rata-rata aset produktif).
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,91%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba. (Perhitungan: (230.876 / (34.280.132 + 33.545.461)/2) * (12/9))
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,42%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham. (Perhitungan: (230.876 / (7.085.026 + 6.841.796)/2) * (12/9))
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 78,99%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik). (Perhitungan: ((Beban Bunga 913.147 + Beban Operasional Lainnya 406.734) / (Pendapatan Bunga 1.628.430 + Pendapatan Operasional Lainnya 42.560)) * 100%)
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,48%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit. (Naik dari 2,12% di akhir 2024 ).
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,08%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN. (Naik dari 0,82% di akhir 2024 ).
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 93,42%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Perhitungan: (Kredit Bruto 23.465.606 / DPK 25.117.561) * 100%)
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 26,68%, menunjukkan kecukupan modal bank yang sangat kuat untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar (per 28 Oktober 2025)
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 71 per 28 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 8,74x. (Perhitungan: 71 / (6,09 * (12/9)))
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) Rp 186,84 (dihitung dari Ekuitas Rp 7.085.026 juta dibagi 37.919.730.514 saham), PBV berada di level 0,38x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang didorong oleh penempatan antar bank , pertumbuhan DPK yang solid , namun pertumbuhan kredit yang stagnan dan tekanan pada pendapatan bunga bersih (NII) serta pendapatan non-bunga. Peningkatan laba bersih YoY terutama disebabkan oleh penurunan signifikan dalam pembentukan CKPN. Kualitas aset yang diukur dari NPL Gross dan Net mengalami sedikit pemburukan dibandingkan akhir tahun 2024, meskipun masih dalam level yang terkendali. Tingkat permodalan (CAR) tetap terjaga sangat kuat, memberikan bantalan risiko yang solid.
Dari sisi valuasi, saham MCOR saat ini diperdagangkan pada PER 8,74x dan PBV 0,38x. Valuasi PBV yang jauh di bawah 1x menunjukkan valuasi yang relatif sangat menarik dibandingkan nilai bukunya, meskipun ini mungkin mencerminkan ekspektasi pasar terhadap profitabilitas (ROE) yang masih rendah dan tantangan pertumbuhan kredit. Investor perlu mempertimbangkan prospek pemulihan pertumbuhan kredit, perbaikan NII di tengah potensi perubahan suku bunga, efisiensi operasional, pengelolaan kualitas aset, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!