Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 30,17 triliun, mengalami perubahan sebesar kenaikan 0,14% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 30,13 triliun.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 25,77 triliun, turun sebesar 0,06% dari akhir tahun 2024 yang tercatat Rp 25,79 triliun.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 4,40 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,33% dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp 4,34 triliun.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan Operasional: Pada semester 1 2025, total pendapatan operasional (pendapatan bunga dan pendapatan operasional lainnya) perusahaan tercatat sebesar Rp 1,09 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 13,01% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 965,15 miliar. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada pendapatan administrasi dan denda serta keuntungan atas penjualan efek.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 50,59 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 28,25% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 70,51 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban bunga yang signifikan.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 2,50, menunjukkan penurunan sebesar 28,37% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang sebesar Rp 3,49.
Rasio Keuangan
Rasio keuangan berikut dihitung berdasarkan data yang tersedia. Rasio seperti Current Ratio dan Quick Ratio tidak umum digunakan untuk menganalisis bank.
Rasio Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 2,70%. Rasio ini menunjukkan profitabilitas dari kegiatan pinjaman inti bank.
- Margin Laba Bersih: 4,64%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak dari total pendapatan operasionalnya.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 0,33%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 2,80%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 5,86 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 28 Agustus 2025, yaitu Rp 188, dan EPS yang disetahunkan (Rp 2,50 x 2 = Rp 5,00), PER perusahaan tercatat sebesar 37,6x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,86x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 188 dan nilai buku per saham sebesar Rp 217,45. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan INPC pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan aset dan ekuitas yang tipis, disertai dengan peningkatan pendapatan operasional. Namun, kenaikan beban bunga menekan laba bersih secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi valuasi, saham INPC diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV < 1), yang bisa menjadi menarik bagi investor nilai, meskipun PER-nya relatif tinggi yang mengindikasikan ekspektasi pertumbuhan laba di masa depan. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri perbankan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!