Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 5.468.967 juta, mengalami kenaikan 12,35% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 4.867.670 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pada surat berharga dan penyaluran kredit.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 2.741.824 juta, naik 7,67% dari akhir tahun 2024 (Rp 2.546.436 juta), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp 1.412.946 juta, naik 25,71% dari akhir 2024 (Rp 1.123.996 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 790.266 juta, turun 10,68%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 2.092.205 juta, naik 36,90% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 1.528.286 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 1.654.963 juta, naik 52,64% dari akhir 2024 (Rp 1.084.233 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 224.722 juta, turun 13,92%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 3.376.762 juta, naik 1,12% dari 31 Desember 2024 (Rp 3.339.384 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 987.370 juta, naik 17,61% YoY dibandingkan Rp 839.530 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari kredit.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
- Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya (termasuk administrasi, denda, dan pemulihan kredit hapus buku) tercatat Rp 477.368 juta, naik 39,71% YoY.
Beban Operasional
- Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 753.318 juta (terdiri dari Beban Tenaga Kerja Rp 206.442 juta dan Beban Umum & Administrasi Rp 276.570 juta), naik 7,85% YoY, terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban tenaga kerja.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Pembentukan CKPN tercatat Rp 753.318 juta, meningkat dari Rp 535.676 juta pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan antisipasi risiko kredit.
Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 174.642 juta, naik 14,70% YoY dari Rp 152.263 juta.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 9,50, naik 14,73% YoY dari Rp 8,28.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 25,47% (Annualized), mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 4,51%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 6,93%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 85,08%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 9,73%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,35%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 191,07%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan (Rp 3.162.146 juta) dengan dana pihak ketiga yang diterima (Rp 1.654.963 juta).
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 118,75%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 234 per 14 November 2025, PER (annualized) tercatat 18,47x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 187,46 (dihitung dari Ekuitas Rp 3.376.762 juta dibagi 18.013.673.305 lembar saham beredar), PBV berada di level 1,25x.
Kesimpulan Kinerja keuangan PT Bank Amar Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas, didukung oleh pertumbuhan NII yang kuat dan pendapatan non-bunga. Pertumbuhan aset didorong oleh ekspansi kredit dan penempatan surat berharga, yang didanai oleh lonjakan DPK.
Meskipun NPL Gross relatif tinggi (9,73%), NPL Net terjaga di level 1,35%, didukung oleh pembentukan CKPN yang meningkat. Rasio LDR yang sangat tinggi (191,07%) mencerminkan model bisnis bank digital yang fokus pada pinjaman (seperti Tunaiku). Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di 118,75%, jauh di atas ketentuan minimum.
Dari sisi valuasi, saham AMAR saat ini diperdagangkan pada PBV 1,25x dan PER 18,47x. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit digital, efisiensi operasional dalam mengelola CKPN, dan strategi pengelolaan dana pihak ketiga dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!