Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 376.824 juta, mengalami penurunan 3,50% dibandingkan dengan posisi pada 30 Juni 2025 sebesar Rp 390.495 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 3,61% menjadi Rp 355.142 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas serta piutang lain-lain.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 21.682 juta, turun 1,68%, didorong oleh amortisasi aset hak-guna.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 79.540 juta, turun 27,05% dibandingkan akhir 30 Juni 2025.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 64.181 juta, menurun 31,74%, terutama disebabkan oleh penurunan utang lain-lain dan utang pajak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 15.359 juta, dengan kenaikan 2,37%, mencerminkan perubahan pada liabilitas imbalan pascakerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 297.284 juta, naik 5,62% dibandingkan 30 Juni 2025, didorong oleh laba neto periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Catatan: Laporan laba rugi yang tersedia adalah untuk periode tiga bulan (Q3), bukan sembilan bulan kumulatif.

Pendapatan

  • Selama kuartal III 2025 (tiga bulan), pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp 59.440 juta, turun 21,60% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 75.822 juta.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 16.060 juta, naik 5,78% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15.183 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh (kerugian)/keuntungan selisih kurs neto.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 7, mencerminkan tidak ada perubahan YoY.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 5,53x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 5,53x, mengindikasikan likuiditas yang kuat.

Profitabilitas (dianualkan berdasarkan data Q3 2025)

  • Margin Laba Usaha: 24,44%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasinya.
  • Margin Laba Bersih: 27,02%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian (dianualkan berdasarkan data Q3 2025)

  • Return on Assets (ROA): 16,74%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 22,20%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,27x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 420 per 30 Oktober 2025, PER tercatat 15,00x (dianualkan berdasarkan EPS Q3 2025), mengindikasikan valuasi yang wajar.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 134,6, PBV perusahaan berada di level 3,12x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan AMOR selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan pada sisi pendapatan usaha yang menurun secara tahunan. Meskipun demikian, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih, yang didukung oleh faktor non-operasional seperti (kerugian)/keuntungan selisih kurs.

Posisi neraca tetap kuat dengan total aset yang stabil, penurunan liabilitas yang signifikan, dan peningkatan ekuitas. Rasio solvabilitas (DER) sangat rendah dan likuiditas (Current Ratio) sangat tinggi, menunjukkan risiko keuangan yang minim. Namun, investor perlu memperhatikan faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan usaha dan keberlanjutan dari faktor-faktor yang mendorong laba bersih pada kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here