Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Artha Mahiya Investama Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 4.377.601.867, mengalami kenaikan 13,07% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.871.659.038.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 3412,48% menjadi Rp 524.025.892, terutama dipengaruhi oleh munculnya kas dan piutang usaha yang signifikan dibandingkan akhir tahun 2024.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.853.575.975, turun 0,08%, relatif stabil.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 4.211.323.585, naik 19,21% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2.210.041.329, meningkat 11,60%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang pajak dan beban akrual.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.001.282.256, dengan kenaikan 28,92%, mencerminkan penambahan utang lain-lain dari pihak berelasi.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 166.278.282, turun 50,94% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.278.750.000, naik 625,53% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 176.250.000. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan hasil tambang.

Laba Bersih

  • Perusahaan mencatat rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp (172.618.396). Angka ini menunjukkan perbaikan kinerja 79,90% (berkurangnya rugi) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (858.853.272). Perubahan ini disebabkan oleh lonjakan pendapatan yang jauh melampaui kenaikan beban umum dan administrasi.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp (0,78), mencerminkan kenaikan 80,00% YoY dari Rp (3,90), sejalan dengan berkurangnya rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,24x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih sangat rendah.
  • Quick Ratio: 0,24x, mengindikasikan likuiditas yang sangat ketat (tidak ada persediaan yang tercatat di aset lancar).

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 100,00%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan (tidak tercatat adanya Beban Pokok Pendapatan di Q3 2025).
  • Margin Laba Bersih: -13,50%, mencerminkan perusahaan masih merugi meskipun pendapatan meningkat.

Efisiensi & Pengembalian (Annualized)

  • Return on Assets (ROA): -5,26%, menilai pemanfaatan aset masih belum efektif dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -138,42%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang sangat negatif, imbas dari ekuitas yang tipis.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 25,33x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan sangat bergantung pada utang (leverage sangat tinggi), yang mengindikasikan risiko solvabilitas yang tinggi.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 460 per 24 Oktober 2025, PER (Annualized) tercatat -442,31x, yang tidak dapat diinterpretasi secara wajar karena perusahaan masih mencatat rugi (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 0,76, PBV perusahaan berada di level 608,62x, mencerminkan harga pasar yang sangat premium dibandingkan nilai buku ekuitasnya yang hampir habis.

Kesimpulan

Kinerja keuangan AIMS selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat kuat pada sisi pendapatan, disertai perbaikan signifikan dengan menekan angka kerugian bersih.

Namun, investor perlu sangat memperhatikan kondisi neraca perusahaan. Posisi ekuitas yang tergerus parah dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang sangat tinggi di level 25,33x, ditambah rasio likuiditas (Current Ratio) di 0,24x, mengindikasikan adanya risiko solvabilitas dan likuiditas yang ekstrim. Valuasi PBV yang sangat tinggi juga menunjukkan ekspektasi pasar yang jauh melampaui nilai fundamental neraca perusahaan saat ini.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here