Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 101.726.538.799, mengalami kenaikan 4,17% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 97.649.649.342.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 8,61% menjadi Rp 87.934.609.004, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan bank serta uang muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 13.791.929.795, naik 862,03%, didorong oleh reklasifikasi persediaan tanah yang belum dikembangkan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 30.761.146.474, naik 23,94% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 28.171.540.729, meningkat 121,88%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga untuk pengembangan perumahan.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.589.605.745, dengan penurunan 78,64%, mencerminkan pelunasan utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 70.965.392.325, turun 2,56% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo rugi (rugi bersih tahun berjalan).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 4.035.468.478, turun 84,51% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26.060.629.352. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan volume penjualan unit rumah (7 unit di 2025 berbanding 64 unit di 2024).

Rugi Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (1.760.866.122), atau rugi yang memburuk 140,77% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang juga rugi Rp (731.304.503). Perubahan ini disebabkan oleh penurunan drastis pada pendapatan.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (2,58), mencerminkan penurunan 3.585,71% YoY, sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 3,12x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,20x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 46,20%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -43,63%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -2,31% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -3,31% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,43x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 785 per 31 Oktober 2025, PER tercatat -228,19x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi tidak dapat diukur dengan metrik ini karena perusahaan merugi.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 103,78, PBV perusahaan berada di level 7,56x, mencerminkan valuasi pasar yang sangat premium terhadap nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ASPI selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan signifikan pada pendapatan dan profitabilitas, terutama akibat merosotnya penjualan unit properti.

Penurunan pendapatan yang tajam ini mengakibatkan perusahaan mencatat rugi bersih yang lebih dalam. Namun, investor perlu memperhatikan neraca yang masih sehat dengan Current Ratio kuat di 3,12x dan DER yang rendah di 0,43x. Valuasi PBV yang sangat tinggi di 7,56x mengindikasikan ekspektasi pasar yang tinggi, meskipun kinerja fundamental saat ini sedang dalam tekanan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here