Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT AKR Corporindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 33,72 triliun, mengalami kenaikan 1,86% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 33,11 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 2,98% menjadi Rp 21,62 triliun, terutama dipengaruhi oleh kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha pihak ketiga.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 12,10 triliun, sedikit turun 0,08%, antara lain karena penurunan persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 19,16 triliun, naik 3,66% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 13,87 triliun, meningkat 3,11%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 5,29 triliun, dengan kenaikan 5,14%, mencerminkan penambahan utang bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 14,56 triliun, turun tipis 0,42% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembagian dividen yang lebih besar dari laba ditahan selama periode tersebut.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, total pendapatan perusahaan mencapai Rp 32,40 triliun, naik 13,22% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 28,61 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, khususnya penjualan BBM ke pihak ketiga.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,65 triliun, naik 12,30% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,47 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan laba bruto seiring pertumbuhan pendapatan.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat sebesar Rp 83,50, mencerminkan kenaikan 12,25% YoY, sejalan dengan kenaikan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,56x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,08x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 8,54%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 5,10%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 6,59%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 15,08%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,32x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER) (Annualized): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.115 per 23 Oktober 2025, PER tercatat 10,02x, mengindikasikan valuasi yang relatif moderat dibandingkan potensi pertumbuhan laba.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 569,63, PBV perusahaan berada di level 1,96x, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap nilai aset dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang berkelanjutan secara YoY. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh segmen perdagangan dan distribusi, khususnya BBM. Perusahaan berhasil menjaga margin laba kotor dan meningkatkan laba bersih. Meskipun liabilitas meningkat, rasio solvabilitas (DER) masih dalam level yang terkendali. Valuasi PER dan PBV menunjukkan saham AKRA diperdagangkan pada level yang relatif wajar. Investor perlu memperhatikan dinamika harga komoditas (khususnya minyak) dan efisiensi operasional yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


