Pada tahun 2025, Bank CIMB Niaga mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 372,70 triliun, mengalami kenaikan 3,46% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 360,22 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit dan penempatan dana jangka pendek.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 219,94 triliun, naik 6,00% dari akhir tahun 2024 (Rp 207,50 triliun), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga (gabungan efek-efek dan obligasi pemerintah) tercatat Rp 85,46 triliun, turun 8,89% dari akhir 2024 (Rp 93,81 triliun).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 25,42 triliun, naik 44,87% dibandingkan tahun sebelumnya.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 314,54 triliun, naik 2,45% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 307,02 triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 270,52 triliun, naik 3,79% dari akhir 2024 (Rp 260,64 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 7,37 triliun, naik 23,61%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 58,16 triliun, naik 9,33% dari 31 Desember 2024 (Rp 53,20 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih yang ditahan ke dalam saldo laba.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income– NII)
Selama tahun 2025, NII mencapai Rp 13,48 triliun, naik 1,58% YoY dibandingkan Rp 13,27 triliun pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari kredit meskipun diimbangi oleh peningkatan beban dana.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
Pendapatan operasional lainnya secara keseluruhan tercatat Rp 3,66 triliun, turun 22,05% YoY.
Beban Operasional
Total beban operasional lainnya mencapai Rp 8,97 triliun, naik 2,50% YoY, terutama dipengaruhi oleh beban gaji, umum & administrasi.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Pembentukan CKPN tercatat Rp 1,69 triliun, mencerminkan antisipasi dan pengelolaan risiko kredit.
Laba Bersih
Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 6,94 triliun, naik 0,53% YoY dari Rp 6,90 triliun.
Earnings per Share(EPS)
EPS dasar tercatat Rp 273,53, naik 0,71% YoY.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 4,20%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 2,41%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 12,35%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 71,16%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 3,20%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,00%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 84,28%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Catatan: Perhitungan LDR memerlukan data spesifik DPK yang mungkin perlu penyesuaian dari laporan).
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 23,00%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.875 per 25 Februari 2026, PER (annualized) tercatat 6,85x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 2.304, PBV berada di level 0,81x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan Bank CIMB Niaga selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid dan peningkatan profitabilitas yang stabil. Pertumbuhan NII yang stabil menjadi indikator utama, sementara efisiensi beban operasional dan kualitas kredit menjadi faktor penting lainnya. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga kuat.
Dari sisi valuasi, saham BNGA saat ini diperdagangkan pada PER 6,85x dan PBV 0,81x yang relatif wajar dibandingkan rata-rata industrinya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, risiko suku bunga, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau BNGA bergerak di bidang usaha Bank Umum, Bank Devisa dan Bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah. Perseroan menawarkan produk dan layanan perbankan konvensional dan syariah yang komprehensif dengan gabungan kekuatan di bidang Perbankan Konsumer, Usaha Menengah Kecil dan Mikro, Perbankan Komersial dan Korporat, Tresuri serta layanan pembayaran.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!