Pada tahun 2025, Bank BTPN Syariah mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, didukung oleh perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya pencadangan, meskipun menghadapi tantangan pada pendapatan operasional utama.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp22,75 triliun, mengalami kenaikan 4,6% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp21,75 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan portofolio surat berharga.
- Pembiayaan yang Diberikan: Total pembiayaan bersih (Murabahah, Mudharabah, Musyarakah) mencapai sekitar Rp9,55 triliun, naik 2,1% dari akhir tahun 2024 (Rp9,35 triliun). Meskipun Piutang Murabahah bersih turun menjadi Rp8,39 triliun, terdapat ekspansi pada pembiayaan Musyarakah dan Mudharabah.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai investasi pada surat berharga tercatat Rp9,89 triliun, naik 11,1% dari akhir 2024 (Rp8,90 triliun).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Penempatan pada Bank Indonesia tercatat Rp1,48 triliun, turun dari posisi tahun sebelumnya Rp1,67 triliun.
Liabilitas & Dana Syirkah Temporer
- Total Liabilitas & Dana Syirkah Temporer: Total kewajiban (Liabilitas + Dana Syirkah Temporer) mencapai Rp12,79 triliun, naik 2,9% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp12,43 triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Total dana nasabah (termasuk Wadiah dan Dana Syirkah Temporer) tercatat Rp12,21 triliun, naik 4,2% dari akhir 2024 (Rp11,72 triliun). Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan deposito Mudharabah yang mencapai Rp9,04 triliun.
Ekuitas
Total Ekuitas: Tercatat Rp9,96 triliun, naik 6,9% dari 31 Desember 2024 (Rp9,32 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi saldo laba yang belum dicadangkan sebesar Rp8,15 triliun.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bagi Hasil Bersih (Net Revenue) Selama tahun 2025, Hak Bagi Hasil Milik Bank (setara NII) mencapai Rp4,73 triliun, turun 3,4% YoY dibandingkan Rp4,89 triliun pada periode tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan marjin Murabahah.
Pendapatan Operasional Lainnya Pendapatan operasional lainnya tercatat Rp41,59 miliar, turun 44,3% YoY dari Rp74,65 miliar pada tahun sebelumnya.
Beban Operasional & CKPN
- Total beban operasional (selain estimasi kerugian) relatif stabil.
- Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): Pembentukan CKPN tercatat Rp826 miliar, menurun tajam 39,2% YoY dibandingkan Rp1,36 triliun pada tahun 2024. Penurunan beban ini menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba bersih, mencerminkan perbaikan kualitas aset.
Laba Bersih
Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp1,20 triliun, naik 13,2% YoY dari Rp1,06 triliun pada tahun 2024.
Earnings per Share (EPS)
EPS dasar tercatat Rp156, naik 13% YoY dibandingkan Rp138 pada tahun 2024.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Return on Assets (ROA): Sekitar 7,0%, menunjukkan kemampuan aset menghasilkan laba yang masih sangat kuat dibandingkan industri.
- Return on Equity (ROE): Sekitar 12,5%, menggambarkan imbal hasil yang solid bagi pemegang saham.
Kualitas Aset
- Non-Performing Financing (NPF) Gross: 3,96%, rasio pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan.
- Non-Performing Financing (NPF) Net: 0,03%, menunjukkan pencadangan yang sangat memadai untuk menutup risiko pembiayaan bermasalah.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 57,74%, posisi permodalan yang sangat tebal dan jauh di atas ketentuan minimum regulator, memberikan ruang ekspansi yang luas.
Valuasi Pasar
Berdasarkan harga penutupan saham Rp1.240 per 10 Februari 2026:
- Price to Earnings Ratio (PER): Dengan EPS Rp156, PER tercatat 7,95x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sekitar Rp1.293, PBV berada di level 0,96x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan Bank BTPN Syariah selama Tahun Penuh 2025 menunjukkan pemulihan profitabilitas yang solid dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2% YoY. Meskipun pendapatan marjin bersih (Top Line) mengalami sedikit tekanan (-3,4%), bank berhasil melakukan efisiensi signifikan pada biaya risiko (CKPN) yang turun hingga 39%.
Tingkat permodalan (CAR) di level 57,7% sangat superior, menjamin ketahanan bank terhadap risiko.Dari sisi valuasi, saham BTPS saat ini diperdagangkan pada PER 7,95x dan PBV 0,96x, yang tergolong undervalued (di bawah nilai buku) mengingat profitabilitas (ROE 12,5%) dan dividen yield yang historisnya menarik. Investor perlu mempertimbangkan kemampuan bank dalam membalikkan tren penurunan pendapatan pembiayaan serta menjaga kualitas aset di tengah tantangan segmen ultra-mikro.