Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja 1H2026 Menguat, Prodia Siapkan Buyback Saham Hingga Rp150 Miliar

Kinerja 1H2026 Menguat, Prodia Siapkan Buyback Saham Hingga Rp150 Miliar

Terus Ciptakan Nilai Jangka Panjang Bagi Pemegang Saham

JAKARTA, 19 Agustus 2026 – PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia” atau “Perseroan”; BEI: PRDA) kembali merencanakan pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program buyback yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi signifikan serta memperkuat kepercayaan pemegang saham terhadap fundamental dan prospek jangka panjang Perseroan.

Perseroan menyiapkan dana sebesar-besarnya Rp150 miliar untuk pelaksanaan buyback, termasuk biaya transaksi, yang seluruhnya bersumber dari kas internal Perseroan. Buyback akan dilaksanakan secara bertahap maupun sekaligus melalui BEI sesuai dengan kondisi pasar dan ketentuan yang berlaku.

Rencana buyback tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu POJK Nomor 13 Tahun 2023, POJK Nomor 29 Tahun 2023, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026. Sesuai ketentuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan buyback tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perseroan telah menyampaikan rencana tersebut melalui Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham, dan buyback akan dilaksanakan melalui BEI selama paling lama 3 (tiga) bulan, yaitu sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga 19 November 2026.

Direktur Utama Perseroan, Liana Kuswandi, mengatakan bahwa buyback merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

“Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan Perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang Prodia. Di tengah dinamika pasar, kami ingin terus memperkuat kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham. Perseroan akan melaksanakan buyback secara prudent dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Finance & Sustainability Director yang juga merupakan Corporate Secretary Perseroan, Marina Eka Amalia, menambahkan bahwa pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan Perseroan.

Buyback ini didukung oleh kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental Perseroan yang sehat. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja Perseroan yang terus membaik serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan. Kami melihat harga saham Perseroan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental Perseroan, sehingga buyback merupakan satu bentuk alokasi modal yang kami nilai tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham”.

Adapun pendanaan buyback yang dilakukan Prodia seluruhnya berasal dari kas internal sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional, rencana ekspansi, maupun kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangannya. Perseroan tetap berkomitmen menjaga disiplin keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sebagaimana dijelaskan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan, buyback merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, menjaga stabilitas harga saham, memperkuat kepercayaan pasar, serta mengoptimalkan struktur permodalan sehingga dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Perseroan juga meyakini bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan karena didukung oleh modal kerja dan arus kas yang memadai.

Perseroan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan seluruh pemegang saham dan akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

#Prodia #PRDA #Buyback #CapitalMarket #SustainableGrowth

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional selama 10 tahun berturut-turut.

Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”.

Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 392 outlet, di 82 Kota, 111 Kabupaten, dan 34 Provinsi di seluruh Indonesia, beberapa di antaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia, di antaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here