PT Jababeka Tbk (“KIJA”) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.192,2 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp1.291,0 miliar pada kuartal pertama tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari Pilar Land Development & Property, khususnya dari penjualan tanah matang.
Kinerja Pilar Infrastruktur menunjukkan pertumbuhan yang solid dan semakin dominan sebagai sumber pendapatan berulang Perseroan. Pendapatan dari Pilar Land Development & Property tercatat sebesar Rp507,1 miliar pada 1Q26, turun dari Rp690,1 miliar pada 1Q25.
Penurunan ini terutama berasal dari penjualan tanah matang yang tercatat sebesar Rp433,9 miliar dibandingkan Rp638,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penjualan lahan industri tersebut terutama berasal dari Cikarang dan Kendal, yang sebagian besar disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan.
Namun demikian, penjualan tanah dan bangunan pabrik standar meningkat signifikan menjadi Rp32,5 miliar dari Rp9,3 miliar. Penjualan rumah dan tanah juga naik menjadi Rp21,8 miliar dari Rp13,9 miliar, menunjukkan permintaan properti industri tetap sehat.
Di sisi lain, Pendapatan dari Pilar Infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp654,7 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp568,3 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen ketenagalistrikan yang meningkat menjadi Rp418,5 miliar seiring meningkatnya konsumsi listrik tenant di Kendal dan Cikarang.
Pendapatan dari segmen jasa dan pemeliharaan juga tumbuh signifikan menjadi Rp173,3 miliar dari Rp116,9 miliar. Hal ini mencerminkan aktivitas tenant yang semakin tinggi, khususnya di Kendal, sementara pendapatan dry port (CDP) tercatat sebesar Rp57,2 miliar.
Kontribusi pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur semakin dominan mencapai sekitar 55% dari total pendapatan. Angka ini meningkat dari 44% pada 1Q25, yang mencerminkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Pendapatan dari Pilar Leisure & Hospitality tercatat relatif stabil sebesar Rp30,3 miliar dibandingkan Rp32,5 miliar pada 1Q25. Kontribusi utama tetap berasal dari segmen golf serta bisnis pendukung lainnya yang menjaga diversifikasi pendapatan Perseroan.
Laba kotor konsolidasi tercatat sebesar Rp432,2 miliar pada 1Q26 dengan margin laba kotor berada pada level 36%. Penurunan margin ini sejalan dengan menurunnya kontribusi dari penjualan lahan industri yang umumnya memiliki margin lebih tinggi.
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp164,0 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Penurunan dari angka Rp200,5 miliar pada 1Q25 terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan dan laba kotor.
EBITDA Perseroan pada 1Q26 tercatat sebesar Rp383,1 miliar dengan EBITDA margin tetap berada pada level yang solid sebesar 32%. Hal ini mencerminkan ketahanan model bisnis Perseroan yang didukung oleh pendapatan berbasis utilitas dan jasa yang berulang.
Dalam hal penjualan pemasaran, Perseroan mencapai Rp540 miliar pada kuartal pertama 2026, atau 14% dari target setahun penuh. Penjualan dari Cikarang berkontribusi 38%, didorong penjualan lahan kepada perusahaan tekstil, sementara Kendal berkontribusi 62% melalui penjualan lahan kepada perusahaan baterai dan bahan bangunan asal China.
Target marketing sales Perseroan untuk tahun penuh 2026 adalah sebesar Rp3,75 triliun. Sebesar Rp1,25 triliun berasal dari Cikarang dan lainnya, sementara sisanya sebesar Rp2,5 triliun berasal dari Kendal.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin