Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKija Lampaui Target Penjualan Pemasaran FY25, Capai Rp3,6 Triliun

Kija Lampaui Target Penjualan Pemasaran FY25, Capai Rp3,6 Triliun

Siaran Pers

PT Jababeka Tbk (“KIJA”) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun, melampaui target Perusahaan sebesar Rp3,5 triliun. Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan tahun 2024, ketika penjualan pemasaran tercatat sebesar Rp3,19 triliun. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Pada tahun 2025, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp1.1 triliun meningkat sekitar 5% secara tahunan (year-on-year), yang berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektar di seluruh segmen. Pencapaian ini terutama berasal dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektar. Sementara untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp292,7 miliar dan Rp72,7 miliar. Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp860 miliar, 48% investor domestik sedangkan 52% berasal dari investor asing (terutama dari Korea dan China). Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektar kepada Perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 hektar kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.

Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari 142 hektar lahan di tahun 2025, meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2,14 triliun. Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai penjualan pemasaran tahun 2025, yang terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan, sementara investor domestik menyumbang 11% sisanya. Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang tahun 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektar, bahan bangunan seluas 7 hektar, serta furnitur seluas 13 hektar. Selain dari China, Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektar kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektar kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Ke depan, Jababeka menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang. Dari target tersebut, Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sisa sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here