PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) berencana menambah dua kegiatan usaha baru di bidang angkutan laut. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengkomersialkan aset utamanya, yaitu kapal pemasangan kabel bawah laut Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, guna meningkatkan pendapatan perseroan di masa mendatang.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 29 September 2025, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 Oktober 2025.
Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan berencana menambahkan dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru ke dalam Anggaran Dasarnya, yaitu:
- KBLI 50131: Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum.
- KBLI 50141: Angkutan Laut Luar Negeri untuk Barang Umum.
Penambahan kedua KBLI ini merupakan syarat utama bagi perseroan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL). Izin ini diperlukan agar KETR dapat secara legal menyewakan CLV Bentang Bahari kepada pihak ketiga, baik untuk proyek penggelaran kabel fiber optik baru maupun untuk pemeliharaan jaringan yang sudah ada.
Potensi dari CLV Bentang Bahari
CLV Bentang Bahari merupakan kapal khusus penggelar kabel fiber optik bawah laut milik perseroan yang telah berbendera Indonesia. Kapal ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Kapasitas angkut kabel hingga 2.400 ton.
- Dilengkapi teknologi
Dynamic Positioning Class 2 (DP-2) untuk menjaga posisi kapal tetap presisi. - Terintegrasi dengan peralatan canggih seperti
Remotely Operated Vehicle (ROV), Plough (alat untuk menanam kabel di dasar laut), dan Linear Cable Engine.
Proyeksi Kinerja Keuangan Positif
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Herman Meirizki dan Rekan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai
layak untuk dijalankan.
Studi kelayakan tersebut memproyeksikan dampak positif terhadap keuangan perseroan:
- Penambahan kegiatan usaha ini diperkirakan akan menghasilkan
Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 266,09 miliar. - Potensi pendapatan dan laba bersih perseroan akan meningkat, yang tercermin dari proyeksi kenaikan rasio profitabilitas.
- Rata-rata
net profit margin diproyeksikan mencapai 21,22% dari pendapatan setelah penambahan KBLI. - Rasio-rasio likuiditas seperti
current ratio, quick ratio, dan cash ratio juga diproyeksikan akan membaik.
Manajemen menegaskan bahwa tidak ada tambahan belanja modal yang diperlukan karena kapal CLV Bentang Bahari telah dimiliki sepenuhnya oleh perseroan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!