Jika ada penghargaan untuk perusahaan publik paling rapi menyamar sebagai entitas sehat, PT First Media Tbk (KBLV) mungkin keluar sebagai juara. Di atas kertas, semua terlihat mewah: book value per share (BVPS) Rp1.871, kas Rp243 miliar, dan kapitalisasi pasar hanya Rp113 miliar—bahkan kasnya dua kali lebih besar dari nilai pasarnya.
Namun saat ditelusuri lebih dalam, narasi keuangan yang megah itu ternyata hanyalah hiasan di laporan, bukan realitas bisnis.
Sumber utama “kekayaan” KBLV bukan dari bisnis, melainkan dari investasi saham MLPT (Multipolar Technology Tbk) senilai Rp3,03 triliun. Tapi ini semua tercatat sebagai FVOCI (Fair Value through Other Comprehensive Income)—alias tidak bisa diuangkan, tidak masuk laba, dan tidak menghasilkan kas. Sekali harga MLPT anjlok, semua kekayaan itu lenyap seperti ilusi pagi hari.
- Pendapatan per kuartal cuma Rp534 juta, mayoritas dari sewa infrastruktur yang tidak jelas apakah masih aktif.
- COGS hanya Rp185 juta, menandakan tidak ada kegiatan operasional nyata.
- Gaji dua karyawan tetap mencapai Rp1 miliar, atau sekitar Rp167 juta per orang per bulan.
- Honor konsultan Rp2,98 miliar untuk perusahaan tanpa produk.
- Beban ke vendor pihak ketiga: Rp8,8 miliar, tanpa penjelasan.
Semua ini menjadikan KBLV seperti rumah kosong yang tetap menggaji satpam, arsitek, dan wedding organizer, padahal tidak ada acara apa pun.
- Arus kas operasi Q1 2025: -Rp9,67 miliar
- Pendapatan bunga hanya Rp3,18 miliar per kuartal, defisit Rp2,16 miliar per bulan
- Kas bisa habis dalam 6 tahun jika gaya hidup mahal ini dipertahankan
Artinya, perusahaan hidup dari tabungan sambil tidak menghasilkan apa-apa.
- EPS: -Rp3/saham, meskipun total aset nyaris Rp4 triliun
- Laba ditahan defisit Rp722 miliar, dan terus bertambah karena tak ada laba operasional
- Saham beredar: 1,74 miliar lembar
- Semua tampak besar, tapi kosong di dalamnya
Anak Usaha: Mayoritas Dorman
- Internux (Bolt): resmi mati sejak 2024
- PWU & DSM: punya aset ratusan miliar, tapi tidak menghasilkan pendapatan atau kas
- GIAT, BMPA, MMM: casing legal yang tidak pernah dibuka
Ini seperti punya 8 anak, tapi cuma 2 yang bangun sebentar lalu tidur lagi—semuanya tetap diberi uang saku.
Yang dijual KBLV hari ini adalah:
- Satu lembar kepemilikan MLPT
- Kas hasil jual LINK
- Dokumen akuntansi FVOCI
Dan casing yang masih menyala karena listriknya belum diputus.
KBLV adalah museum keuangan yang hidup dari pencitraan, bukan dari kegiatan ekonomi. Sahamnya terlihat sangat murah—PBV 0,036x, NCAV jauh di atas harga pasar, kas melimpah. Tapi di balik itu, tidak ada arus kas masuk, tidak ada bisnis berjalan, tidak ada rencana nyata.
Jika harga MLPT jatuh atau kas makin habis, KBLV akan terbangun bukan karena bangkit, tapi karena dibangunkan paksa oleh pasar atau regulator.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!