PT Trans Power Marine Tbk mungkin bukan nama yang sering jadi perbincangan hangat di dunia pasar modal. Tapi kalau Anda sempat membaca laporan keuangan Q1 2025-nya secara utuh, perusahaan pelayaran ini sedang bertaruh besar. Mereka punya kas, kapal, dan margin yang menjanjikan. Tapi juga menyimpan risiko laten yang kalau tidak dikelola dengan hati-hati bisa berubah jadi bumerang.
TPMA saat ini duduk di atas aset sebesar USD 253,77 juta (setara Rp4,16 triliun). Uniknya, 61,3% aset dibiayai oleh ekuitas, membuatnya tergolong konservatif. DER-nya hanya 0,63x, menunjukkan manajemen tidak menyukai ekspansi berbasis utang.
Kas akhir perusahaan mencapai USD 21,97 juta (Rp360 miliar), cukup untuk menopang operasional beberapa kuartal ke depan. Tapi jangan dulu tepuk tangan—karena ada sinyal peringatan dari sisi bunga pinjaman yang naik 64%, padahal total utangnya sendiri hanya naik 4%. Karena semua pinjaman TPMA berbunga mengambang (floating rate), sementara pendapatan justru menurun.
Di tengah revenue yang turun 7% ke USD 26,48 juta, laba bersih TPMA justru naik 16% ke USD 6,63 juta.
- Beban sewa kapal pihak ketiga ditekan hingga 53%
- Digantikan dengan pemakaian armada sendiri
- Hasilnya, gross margin naik ke 32,1%, dan net profit margin tembus 25%
- ROE annualized: 19,4%—luar biasa untuk sektor pelayaran
Tapi tetap saja, efisiensi punya batas. Apalagi kalau arus kas tidak mengikuti tren laba.
Meski cash flow operasi masih positif di USD 7,66 juta, free cash flow justru negatif USD 1,75 juta. Ini karena TPMA sedang gencar bangun armada baru—uang muka pembelian aset tetap melonjak 39,9% ke USD 34,27 juta.
TPMA saat ini memegang 17 kontrak aktif senilai lebih dari USD 75 juta yang belum masuk ke revenue. Artinya, potensi pendapatan tambahan dalam 1–2 tahun ke depan sangat besar. Dengan kas tebal dan struktur modal kuat, TPMA tidak perlu rights issue untuk melanjutkan ekspansi ini.
Dengan PER 4,3x, PBV 0,98x, dan EV/EBIT 5,78x, saham TPMA saat ini sangat murah. Pasar jelas belum menghargai potensi ekspansi dan efisiensi operasional yang dimiliki perusahaan ini.


