PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp528.000.000.000. Aksi korporasi ini menargetkan pembelian maksimal 1,5% dari seluruh saham yang telah ditempatkan Perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham melalui optimalisasi rasio pengembalian ekuitas (Return on Equity).
Persetujuan atas mandat Buyback Saham JPFA ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 29 April 2026. Pelaksanaan pembelian saham akan dilakukan secara bertahap dalam periode satu tahun setelah mendapatkan restu pemegang saham.
Rincian Aksi Buyback Saham JPFA
Perseroan bermaksud mendapatkan mandat untuk membeli kembali saham-saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah saham yang akan dibeli kembali ditetapkan maksimum sebesar 1,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dana yang disiapkan untuk mendukung aksi ini mencapai nilai nominal Rp528 miliar yang bersumber dari modal internal maupun eksternal. Manajemen menyatakan bahwa pelaksanaan buyback tetap akan memperhatikan kondisi likuiditas dan operasional agar tidak terganggu secara material.
Baca juga: Mengenal Berbagai Strategi Aksi Korporasi Emiten di Bursa Efek Indonesia
Jadwal Lengkap Buyback Saham JPFA
Pelaksanaan buyback akan mengikuti ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 yang melarang aksi ini jika saham treasury sebelumnya belum digunakan seluruhnya. Berikut adalah tabel perkiraan jadwal dan rincian teknis terkait:
| Keterangan | Detail Informasi |
| Tanggal Pengumuman | 17 Maret 2026 |
| Tanggal RUPSLB | 29 April 2026 |
| Masa Berlaku Mandat | 29 April 2026 – 29 April 2027 |
| Maksimum Persentase Saham | 1,5% dari seluruh saham ditempatkan |
| Maksimum Anggaran | Rp528.000.000.000 |
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Pembelian Kembali Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Dampak bagi Investor
Aksi buyback ini bertujuan utama untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan memperbaiki kinerja rasio keuangan Perseroan. Secara struktur modal, jumlah saham beredar di masyarakat akan berkurang sehingga meningkatkan persentase kepemilikan secara relatif bagi pemegang saham yang ada. Saham hasil buyback tersebut nantinya dapat dialihkan untuk skema insentif karyawan (ESOP/Share Plan) atau dijual kembali di masa depan.
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, manajemen JPFA telah menyusun proforma dampak keuangan jika mandat buyback dilaksanakan sepenuhnya. Penggunaan dana Rp528 miliar akan mengurangi aset dan ekuitas, namun memberikan dampak positif pada efisiensi modal.
Berikut adalah perbandingan data proforma keuangan sebelum dan sesudah buyback:
| Indikator Keuangan | Sebelum Buyback | Proforma Sesudah Buyback | Dampak |
| Total Aset | Rp40,06 Triliun | Rp39,53 Triliun | (Rp528 Miliar) |
| Total Ekuitas | Rp20,01 Triliun | Rp19,49 Triliun | (Rp528 Miliar) |
| ROA | 9,99% | 10,13% | +0,13% |
| ROE | 20,00% | 20,54% | +0,54% |
| EPS (Laba per Saham) | Rp344,4 | Rp349,6 | +Rp5,2 |
Peningkatan EPS dari Rp344,4 menjadi Rp349,6 menunjukkan bahwa laba yang diatribusikan ke setiap lembar saham menjadi lebih besar. Kondisi ini sering kali menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga saham di pasar sekunder.
Baca juga: ICBP Versus Saham Peternakan CPIN x JPFA x MAIN x SIPD
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa JPFA melakukan buyback saham?
Perseroan bertujuan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal dan memaksimalkan pengembalian (return) kepada pemegang saham dengan mengoptimalkan ROE.
2. Berapa harga pelaksanaan buyback saham JPFA?
Harga pembelian kembali akan ditentukan berdasarkan ketentuan dalam POJK 29/2023 dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat transaksi dilakukan.
3. Apa yang dilakukan perusahaan dengan saham hasil buyback?
Saham tersebut akan disimpan sebagai saham treasury yang dapat digunakan untuk program saham karyawan, pembiayaan hutang bersifat ekuitas, atau dijual kembali.
Poin Penting bagi Investor
- Target Dana: Dialokasikan maksimal Rp528 miliar dari modal perusahaan.
- Tujuan Strategis: Meningkatkan ROE dari 20,00% ke proforma 20,54%.
- Efek Dilusi: Penggunaan saham treasury untuk skema saham akan mengurangi potensi dilusi di masa depan.
- Jadwal RUPSLB: Keputusan final berada di tangan pemegang saham pada 29 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) adalah salah satu perusahaan agri-pangan terkemuka di Indonesia yang berfokus pada produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas, serta budidaya perikanan. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta Selatan dan tercatat sebagai emiten di sektor barang konsumen non-primer.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!