Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenJIIPE AKRA Favorite Gembelstor Jong Kox

JIIPE AKRA Favorite Gembelstor Jong Kox

Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, adalah kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia. Dengan total luas 2.933 hektar, kawasan ini terbagi menjadi tiga zona utama: Zona Industri seluas 1.761 hektar, Zona Pelabuhan sebesar 400 hektar, dan Zona Perumahan serta Komersial yang mencakup 800 hektar. Kawasan ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan industri, logistik, dan hunian, lengkap dengan akses strategis ke pelabuhan laut, jalan tol, dan jalur kereta api ganda. Kombinasi ini menjadikan JIIPE sangat menarik bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional dan logistik.

Ingat harga Covid-19 AKRA = 300 – 400.

Beragam perusahaan dari berbagai sektor sudah beroperasi di JIIPE. Contohnya, PT Unichem Candi Indonesia yang fokus pada pengolahan garam industri dan konsumsi, serta PT Clariant Adsorbent Indonesia yang memproduksi bahan kimia untuk plastik, minyak, dan gas. Ada juga PT Fertilizer Inti Technology yang memproduksi pupuk NPK, dan PT Tirta Bahagia, produsen air minum dalam kemasan merek “Club”. Selain itu, perusahaan besar seperti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, produsen roti merek “Sari Roti”, dan PT AKR Corporindo Tbk, pengembang utama JIIPE, turut berkontribusi dalam kawasan ini. Hingga Juli 2021, tercatat 15 perusahaan telah beroperasi, dan jumlah ini terus bertambah seiring pengembangan kawasan.

Tak hanya itu, JIIPE juga menjadi rumah bagi PT Adhimix PCI Indonesia dan PT Waskita Beton Precast yang memproduksi beton pracetak, serta PT Rodamas dengan merek terkenal seperti PT Sasa Inti. PT Pangansari Utama Food Distributions juga hadir, menyediakan layanan makanan dan logistik untuk perusahaan dengan standar internasional. Fasilitas infrastruktur yang terintegrasi di JIIPE memberikan efisiensi luar biasa, termasuk akses langsung ke pelabuhan internasional yang mempermudah proses ekspor-impor.

Kawasan ini juga menawarkan area perumahan dan komersial yang dirancang untuk menunjang kehidupan masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar JIIPE. Dengan berbagai fasilitas hunian, komersial, pendidikan, dan rekreasi, kawasan ini memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi bagi komunitas industri. Melihat potensi dan fasilitasnya, JIIPE bukan hanya menjadi pusat industri, tetapi juga kawasan yang mendukung ekosistem kerja dan kehidupan dengan cara yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) memiliki total luas 2.933 hektar. Area ini dibagi menjadi tiga zona utama: Zona Industri seluas 1.761 hektar, Zona Pelabuhan sebesar 400 hektar, dan Zona Perumahan serta Komersial yang mencakup 800 hektar. Dengan akses strategis ke pelabuhan, jalan tol, dan jalur kereta api, JIIPE menawarkan kemudahan logistik yang menarik bagi perusahaan dan investor.

Saat ini, harga tanah di JIIPE dan sekitarnya bervariasi tergantung lokasi, status legalitas, dan luas lahan. Misalnya, harga tanah strategis dekat laut dengan sertifikat Petok D bisa mencapai Rp 600.000 per meter persegi, sementara tanah di EastGate Logistic Park yang terintegrasi dengan JIIPE dihargai hingga Rp 5.200.000 per meter persegi. Variasi harga ini mencerminkan potensi besar kawasan JIIPE sebagai pusat bisnis dan logistik.

Jika JIIPE berhasil menjual 50% dari total luas lahannya, potensi pendapatan dari penjualan tanah ini sangat menarik. Dengan luas total 2.933 hektar, setengahnya setara dengan 1.466,5 hektar atau 14.665.000 meter persegi. Jika menggunakan harga terendah, yakni Rp 600.000 per meter persegi, pendapatan bisa mencapai Rp 8,799 triliun. Sementara itu, dengan harga tertinggi Rp 5.200.000 per meter persegi, potensi pendapatan melambung hingga Rp 76,258 triliun.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa kawasan JIIPE memiliki daya tarik yang luar biasa, tidak hanya dari segi infrastruktur tetapi juga dari segi potensi keuntungan bagi pengembang dan investor. Dengan perkembangan infrastruktur dan tingginya permintaan pasar, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi utama di Indonesia.

JIIPE
1. Luas Total Kawasan JIIPE: 2.933 hektar yang terbagi menjadi:
Zona Industri: 1.761 hektar.
Zona Pelabuhan: 400 hektar.
Zona Perumahan dan Komersial: 800 hektar.

2. Harga Tanah di Kawasan JIIPE
Rp 600.000 per meter persegi: Lahan strategis dekat laut dengan sertifikat Petok D.
Rp 5.200.000 per meter persegi: Tanah di EastGate Logistic Park dengan status SHGB.

3. Luas Tanah yang Dijual: 50% dari total luas kawasan, yaitu 1.466,5 hektar atau setara dengan 14.665.000 meter persegi.

4. Potensi Revenue
Dengan harga terendah Rp 600.000 per meter persegi: Rp 8,799 triliun.
Dengan harga tertinggi Rp 5.200.000 per meter persegi: Rp 76,258 triliun.
JIIPE memiliki potensi pendapatan besar dari penjualan tanah, berkisar antara Rp 8,799 triliun hingga Rp 76,258 triliun, menjadikannya kawasan dengan daya tarik tinggi bagi investor.

Ingin mendapatkan insight eksklusif lainnya dari PintarSaham? Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan investasi Anda! Klik link berikut ini untuk bergabung dan mulai perjalanan finansial Anda https://bit.ly/NewsLetterPintarSaham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here