PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) secara resmi telah mengumumkan penyelesaian transaksi divestasi PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Langkah strategis ini menandai babak baru bagi emiten pertambangan emas tersebut setelah melalui proses pemenuhan persyaratan yang berlangsung sejak akhir tahun lalu. Melalui keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, transaksi ini telah mencapai tahap penyelesaian akhir pada tanggal 11 Februari 2026.
Kronologi Lengkap dan Nilai Divestasi PT Arafura Surya Alam
Perjalanan pelepasan aset ini bermula pada tanggal 12 September 2025, saat PT J Resources Nusantara (JRN), yang merupakan anak perusahaan langsung dari PSAB, menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA). Dalam perjanjian tersebut, JRN sepakat untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Arafura Surya Alam, yakni sebesar 99,99996%, kepada PT Danusa Tambang Nusantara. Sebagai informasi, PT Danusa Tambang Nusantara merupakan entitas usaha di bawah kendali PT United Tractors Tbk.
Nilai total perusahaan (enterprise value) yang disepakati untuk ASA dalam transaksi ini mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar USD 540.000.000 atau lima ratus empat puluh juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut tidak hanya mencakup nilai penjualan saham semata, namun merupakan nilai gabungan yang mencakup beberapa komponen penting.
Berdasarkan laporan resmi perusahaan, nilai enterprise value tersebut mencakup:
- Nilai penjualan saham milik JRN di ASA.
- Nilai saham untuk pemegang saham minoritas di ASA dan anak perusahaannya, PT Mulia Bumi Persada.
- Nilai hutang pemegang saham (shareholder loan) dari JRN kepada ASA.
Manajemen PSAB menegaskan bahwa hasil bersih dari penjualan saham ini nantinya akan disesuaikan kembali berdasarkan posisi pos neraca tertentu dari ASA pada saat tanggal penyelesaian rencana transaksi berlangsung.
Mekanisme Penyelesaian dan Dampak Bagi Perusahaan
Proses divestasi PT Arafura Surya Alam ini sempat melewati masa pemenuhan syarat (longstop date) yang awalnya ditetapkan hingga tanggal 23 Desember 2025. Namun, kedua belah pihak akhirnya berhasil menuntaskan seluruh kewajiban dan persyaratan administratif pada 11 Februari 2026.
Dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen PSAB menyampaikan bahwa transaksi ini telah mendapatkan persetujuan-persetujuan yang diperlukan. Hal ini mencakup persetujuan dari para kreditur anak perusahaan Perseroan serta persetujuan dari pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Meskipun secara nilai transaksi ini tergolong besar, perusahaan menyatakan bahwa divestasi PT Arafura Surya Alam tidak memberikan dampak material yang negatif terhadap kegiatan operasional maupun kondisi hukum Perseroan saat ini. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020, transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material. Namun, manajemen mengklarifikasi bahwa ini bukan merupakan Transaksi Afiliasi maupun Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020.
Poin Penting bagi Investor
- Aset yang Dijual: 99,99996% saham PT Arafura Surya Alam milik PT J Resources Nusantara.
- Pembeli: PT Danusa Tambang Nusantara (Grup United Tractors).
- Nilai Transaksi: Enterprise Value sebesar USD 540 juta.
- Tanggal Penyelesaian: 11 Februari 2026.
- Status Regulasi: Transaksi Material, namun bukan merupakan Transaksi Afiliasi atau Benturan Kepentingan.
Profil Singkat Perusahaan
PT. J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) adalah perusahaan induk, yang terutama berinvestasi dan mengelola bisnis pertambangan emas bersama dengan bisnis logam mulia lainnya
Sumber Referensi:
- Keterbukaan Informasi PSAB – September 2025
- Keterbukaan Informasi PSAB – Februari 2026
- Baca juga: Gold War AMMN vs PSAB
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!