- Pendapatan 2024 turun 53,5% akibat volume pesanan yang merosot dan persaingan harga di sektor otomotif serta alat berat.
- Strategi 2025 difokuskan pada ekspansi ke pasar non-otomotif, peningkatan kapasitas produksi, serta diversifikasi produk dengan margin lebih tinggi.
- Arus kas operasional sudah positif di 2024 dan diharapkan berlanjut dengan pengendalian piutang dan perbaikan penjualan.
- Manajemen tetap optimis terhadap industri otomotif karena adanya investasi baru dari pabrikan global.
- Tantangan utama berasal dari daya beli masyarakat, ketidakstabilan ekonomi global, dan kebijakan negara maju yang berdampak pada sektor otomotif dalam negeri.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!