Emiten energi terpadu, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), bersiap menerbitkan surat utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan membidik dana segar sebesar Rp 500 miliar.
Pilihan Seri dan Tingkat Bunga (Kupon)
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok dan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment). Tersedia dalam tiga seri dengan tenor dan kupon yang menarik:
- Seri A: Jumlah pokok Rp 100 miliar dengan bunga tetap 7,25% per tahun dan tenor 3 tahun.
- Seri B: Jumlah pokok Rp 175 miliar dengan bunga tetap 8,00% per tahun dan tenor 5 tahun.
- Seri C: Jumlah pokok Rp 225 miliar dengan bunga tetap 8,65% per tahun dan tenor 7 tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan (triwulan), dengan pembayaran bunga pertama jatuh pada tanggal 22 April 2026.
Peringkat Efek
Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Rencana Penggunaan Dana
Manajemen TOBA berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk tiga keperluan utama:
- Pelunasan Utang (Refinancing): Mayoritas dana, yakni sekitar Rp 400,93 miliar, akan digunakan untuk melunasi pokok Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A.
- Modal Kerja Anak Usaha: Sekitar Rp 46,39 miliar dialokasikan sebagai setoran modal kepada PT Trisensa Mineral Utama (TMU) untuk modal kerja pertambangan batubara.
- Operasional: Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk beban gaji dan operasional kantor.
Kinerja Keuangan Terkini
Investor perlu mencermati bahwa per 30 September 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar US$ 288,2 juta, turun 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh melemahnya harga dan volume penjualan batubara serta dampak divestasi anak usaha di segmen ketenagalistrikan. Perseroan membukukan rugi periode berjalan sebesar US$ 127,9 juta per September 2025, berbalik dari laba US$ 54,4 juta pada tahun sebelumnya, akibat kerugian divestasi dan penurunan segmen batubara.
Jadwal Penawaran Berikut adalah perkiraan jadwal bagi investor yang ingin melakukan pemesanan:
- Masa Penawaran Umum: 13 – 15 Januari 2026
- Tanggal Penjatahan: 20 Januari 2026
- Tanggal Distribusi Obligasi: 22 Januari 2026
- Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 23 Januari 2026
Penjamin Pelaksana Emisi Penerbitan obligasi ini dibantu oleh tiga perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yaitu PT Sucor Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


