HUMI ini sedang berada di fase ekspansi yang cukup agresif, dan menariknya kenaikan laba tahun berjalan yang tercatat 7,73% dari US$5,18 juta di semester I 2024 menjadi US$5,58 juta di semester I 2025 bukan datang dari faktor sekali waktu atau penjualan aset, melainkan murni ditopang oleh kinerja operasional yang membaik.
Pendapatan usaha tumbuh 12,16% dari US$57,70 juta menjadi US$64,71 juta, dan lonjakan ini sangat didorong oleh segmen charter kapal untuk crude oil dan fuel oil yang naik dari US$19,98 juta menjadi US$28,14 juta, disusul oleh LNG yang naik dari US$14,84 juta menjadi US$16,69 juta.
Bisnis jasa kru kapal (crew management) bahkan meledak dari US$3,54 juta menjadi US$7,21 juta, dan jasa manajemen kapal (ship management) ikut meningkat dua kali lipat lebih. Namun tidak semua segmen tersenyum, karena pendapatan dari offshore support vessel justru terjun bebas dari US$5,07 juta menjadi US$1,45 juta, yang menunjukkan ada pergeseran fokus atau kehilangan kontrak di lini tersebut.
Beban pokok pendapatan ikut naik 10,59% menjadi US$49,17 juta, dan di sini kita menemukan anomali yang sempat bikin alis terangkat. Pos biaya anak buah kapal melonjak dari US$4,73 juta menjadi US$10,10 juta, alias naik lebih dari dua kali lipat. Jika kita lirik laporan arus kas, pembayaran kepada karyawan juga melonjak gila-gilaan dari hanya US$93 ribu di semester I 2024 menjadi US$3,42 juta di semester I 2025 atau naik 3551%.
Namun setelah diurai, ternyata lonjakan ini bukan karena gaji staf kantor dinaikkan besar-besaran, justru beban tenaga kerja di pos G&A sedikit menurun. Kuncinya ada di operasional inti, di mana jumlah kru kapal HUMI meningkat signifikan dari 1.821 orang menjadi 2.387 orang, termasuk kru pihak ketiga yang dikelola yang naik dari 1.006 menjadi 1.342 orang. Karena HUMI memang menjual jasa crewing dan ship management, wajar kalau biaya operasional di sini ikut melonjak, dan ini bukan sinyal inefisiensi melainkan cermin dari aktivitas bisnis yang makin ramai.
Dengan pendapatan yang tumbuh lebih cepat daripada beban pokok, laba bruto meningkat 17,41% menjadi US$15,54 juta. Laba usaha juga ikut terdorong naik 19,13% menjadi US$8,67 juta, walaupun beban usaha meningkat dan pendapatan operasi lain turun signifikan.
Tantangan mulai terasa di beban keuangan yang naik 83,79% menjadi US$3,90 juta akibat membengkaknya pinjaman bank dan kewajiban sewa, yang berarti HUMI kini membawa beban bunga yang lebih berat. Ada sedikit hiburan dari pos bagian laba entitas asosiasi yang berbalik arah dari rugi US$50 ribu menjadi laba US$728 ribu, berkat kontribusi dari PT Jawa Satu Regas meskipun proyek ini belum beroperasi penuh secara komersial.
Dari sisi neraca, total aset naik 9% dari US$300,53 juta menjadi US$327,65 juta, yang menunjukkan adanya ekspansi aset. Kas dan setara kas naik menjadi US$45,83 juta, deposito melonjak jadi US$11,85 juta, dan aset tetap bersih serta right-of-use asset masing-masing naik dari US$123 juta ke US$126,8 juta dan dari US$41,6 juta ke US$51,3 juta, yang kemungkinan besar mencerminkan penambahan kapal atau perpanjangan kontrak sewa kapal.
Namun liabilitas juga ikut melonjak 17,96% menjadi US$149,92 juta, dengan kenaikan tajam di pinjaman bank jangka panjang dan kewajiban sewa. Utang pajak melonjak dari US$0,84 juta menjadi US$2,87 juta, sedangkan utang usaha pihak berelasi turun signifikan dari US$10,04 juta menjadi US$5,60 juta. Ekuitas hanya naik tipis 2,47% menjadi US$177,73 juta, menunjukkan bahwa kenaikan aset lebih banyak didanai oleh utang daripada laba ditahan.
Transaksi dengan pihak berelasi tetap besar, seperti piutang pihak berelasi yang mencapai US$18,66 juta dan pinjaman ke pihak berelasi sebesar US$9,72 juta, sebagian terkait pembiayaan dan reimbursement biaya operasional. Ada juga komitmen jangka panjang yang cukup berat, seperti pinjaman dari Bamboo Mountain Power sebesar US$19,44 juta untuk proyek FSRU Jawa 1 dengan tenor sampai 2049 dan bunga 8,27%, serta subordinated loan ke JSR yang sebagian sudah dikonversi menjadi ekuitas dan sisanya jatuh tempo 2039. Semua ini menunjukkan bahwa HUMI memiliki struktur pembiayaan yang kompleks, dengan campuran utang jangka panjang, kewajiban sewa, dan eksposur ke entitas asosiasi.
HUMI di semester I 2025 berhasil menunjukkan pertumbuhan operasional yang sehat, terutama di segmen charter kapal LNG dan crude oil, serta bisnis crewing yang tumbuh pesat. Laba meningkat meski dihantam kenaikan beban bunga, dan lonjakan besar di pembayaran kepada karyawan justru merefleksikan ekspansi bisnis, bukan pemborosan.
Tantangan ke depan jelas ada pada kemampuan mengelola leverage agar pertumbuhan aset tidak berubah menjadi beban bunga yang memberatkan, apalagi jika suku bunga global tidak turun signifikan. HUMI sedang main di jalur cepat pertumbuhan, tapi butuh rem yang tepat supaya tidak tergelincir di tikungan.
Jadi kalau lihat detailnya, selisih pembayaran kepada karyawan di arus kas yang melonjak lebih dari 3500% itu bukan buat beli apa-apa, tapi murni efek dari operasional yang makin padat. HUMI tahun ini nambah jumlah kru kapal cukup signifikan, dari 1.821 orang jadi 2.387 orang, termasuk kru pihak ketiga yang dikelola yang naik dari 1.006 ke 1.342 orang.
Karena mereka jualan jasa crewing dan ship management, otomatis beban anak buah kapal di beban pokok pendapatan ikut meledak dari US$4,73 juta ke US$10,10 juta. Jadi angka pembayaran ke karyawan yang kelihatan ekstrem di cash flow itu sebenarnya cerminan pembayaran gaji dan biaya operasional kru kapal yang naik tajam, bukan pengeluaran aneh-aneh.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!