- HRUM menargetkan produksi batu bara 2025 sebesar 5,5 juta ton dengan fokus pada margin sehat, bukan volume tinggi, karena pasar domestik (DMO) membatasi harga jual.
- Produksi bijih nikel ditargetkan 2,5 juta WMT dengan output 71–75 ribu ton nikel metal, naik sekitar 20% dari tahun lalu, tanpa rencana akuisisi baru.
- Divestasi saham NIC dilakukan karena tidak lagi strategis, dan dana hasil divestasi digunakan untuk mendukung ekspansi aset nikel milik sendiri.
- Program buyback saham senilai Rp1 triliun masih berjalan hingga September 2025; sekitar Rp187 miliar telah digunakan untuk membeli kembali 286 juta saham.
- Anak usaha logistik PT Layar Lintas Jaya memiliki 24 tugboat dan 30 tongkang, namun ekspansi belum direncanakan karena kapasitas saat ini dinilai masih mencukupi.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


