Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightHidup Nyaman di Jakarta?

Hidup Nyaman di Jakarta?

Hidup nyaman di Jakarta itu bukan sekadar bisa makan dan punya tempat tinggal, tapi juga soal bisa tidur tanpa kepikiran tagihan, bisa belanja tanpa cek kolom diskon dulu, dan bisa jalan ke mall bukan cuma numpang AC. Tapi untuk hidup seperti itu, tentu butuh penghasilan yang memadai. Data dari BPS menyebut bahwa pengeluaran rumah tangga di Jakarta untuk hidup layak sudah tembus di angka 14,88 juta per bulan.

Artinya, kalau kamu pengen hidup nyaman, punya cadangan dana, bisa bantu keluarga, dan ada ruang untuk nabung atau investasi, maka angka yang ideal berada di kisaran 15 juta sampai 30 juta per bulan tergantung gaya hidup dan jumlah tanggungan. Angka ini bukan asal tebak, karena bahkan Said Iqbal dari KSPI menyebut bahwa gaji ideal di Jakarta seharusnya mendekati 7 juta untuk pekerja lajang agar bisa hidup layak, apalagi kalau kamu sudah berkeluarga bisa tembus 30 juta per bulan. Apalagi kalau ternyata punya bini muda sampai 3. Itu bisa lebih banyak lagi dari cuma punya bini 1.

Jadi jangan heran kalau di Jakarta tiba-tiba banyak yang mencari sugar daddy atau sugar mommy. Itu karena kehidupan di Jakarta memang berat kata mereka. Mau foto harus pakai iPhone Pro Max, kalau pakai kamera hp lain hasilnya buram.

Kalau ingin hidup nyaman hanya dari penghasilan pasif, misalnya dari saham dividen atau kupon SBN, maka itu harus punya modal cukup besar. Dengan asumsi yield saham 8%, kamu butuh sekitar 2,25 miliar untuk dapat 180 juta per tahun atau 15 juta per bulan. Kalau kita hanya mengandalkan SBN dengan kupon 6%, maka modal yang dibutuhkan naik jadi 3 miliar untuk hasil yang sama.

Kalau kita campur keduanya dan dapat rata-rata yield 7%, maka kita butuh 2,57 miliar untuk hidup layak, dan sekitar 5,14 miliar untuk hidup lebih longgar di angka 30 juta per bulan. Ini artinya, kalau kita bisa punya 3 sampai 5 miliar dalam bentuk aset produktif, kita bisa pensiun dini dan hidup tanpa kerja aktif, selama gaya hidupmu tidak naik terus setiap ganti HP dan Air Mac.

Tapi pertanyaannya, gimana caranya bisa punya 1 sampai 3 miliar pertama? Jawabannya bisa lewat dua jalur besar, yaitu jalur aktif dan jalur pasif. Jalur aktif itu kerja, bisnis, dan usaha sendiri untuk cari modal. Jalur pasif itu mulai ketika kamu sudah punya modal dan tinggal memutar uang. Untuk jalur aktif, kamu bisa kerja kantoran dengan gaji 15 juta per bulan, lalu disiplin menabung dan investasi 50% penghasilan selama 10 tahun dengan return 10% per tahun.

Hasil akhirnya bisa lebih dari 1,3 miliar. Kalau kamu tambahkan bisnis kecil-kecilan, jualan makanan, jadi affiliator, atau konten kreator, maka penghasilan bisa meningkat signifikan. Misalnya kamu jualan bakso, dengan margin bersih 6.000 per mangkok, maka untuk dapat 15 juta per bulan kamu harus jual sekitar 2.500 mangkok, atau sekitar 96 mangkok per hari. Kalau targetmu 30 juta per bulan, berarti kamu butuh jual 5.000 mangkok atau 192 mangkok per hari. Ini realistis jika kamu buka di lokasi strategis dan punya loyal customer, atau kalau kamu kelola beberapa gerobak atau cabang sekaligus.

Kalau ingin main di dunia digital, jadi TikToker, YouTuber, atau affiliator juga bisa jadi jalan. TikToker dengan followers 10 ribu sampai 100 ribu bisa dapet penghasilan 3 sampai 15 juta per bulan dari endorse dan affiliate. Kalau followersmu sudah 1 juta, kamu bisa masuk ke angka 15 sampai 75 juta per bulan tergantung engagement. Di YouTube, kanal dengan 1 juta views per bulan bisa menghasilkan 10 sampai 30 juta per bulan dari adsense.

Dan kalau kamu main affiliate marketing di niche yang jelas dan konsisten, kamu bisa capai 100 juta per bulan dalam waktu 1 sampai 3 tahun, terutama jika kamu tahu cara bangun audiens dan optimasi konversi. Tapi semua ini bukan uang datang dari langit. Kamu harus konsisten, upgrade skill, dan terus eksplorasi ide konten yang relevan dengan target audiensmu. Tapi persaingan konten kreator makin gila.

Orang – orang rela melakukan hal – hal gila demi viral. Ada yang sampai membahayakan diri sendiri dan bahkan membahayakan satu negara karena konten masuk ke gorong-gorong atau buka baju di arak pakai mobil.Ada juga jalur rejeki nomplok yang bisa jadi faktor X. Misalnya dapat warisan tanah yang kena proyek tol dan diganti untung oleh pemerintah, dapat pesangon besar karena startup tempatmu kerja bangkrut, atau kalau kamu beruntung nikah sama duda atau janda sultan Jeff Bezos atau Bill Gates.

Contoh ekstrim lain adalah jadi anak angkat orang kaya atau konglomerat, seperti di sinetron atau FTV. Tapi itu semua masuk kategori mimpi, bukan strategi. Fokus kita tetap pada jalur yang bisa dikontrol, yaitu kerja, bisnis, konten, dan investasi.Pada akhirnya, hidup nyaman di Jakarta bisa dicapai dengan berbagai cara. Kamu bisa mulai dari kerja dan investasi, dari jualan bakso sampai bikin konten digital.

Kamu bisa rakit aset sedikit demi sedikit sambil tetap menjaga gaya hidup tetap rasional. Yang penting bukan cuma soal berapa banyak yang kamu hasilkan, tapi juga bagaimana kamu mengelola dan memutarnya jadi mesin penghasil uang jangka panjang. Kalau kamu sabar, konsisten, dan tahu arah, maka 1 sampai 3 miliar bukan lagi angka mustahil, tapi milestone logis di tengah jalan menuju kebebasan finansial.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here