Ikhtisar Kinerja Sembilan Bulan Tahun 2026 (9M 2026)
Pertumbuhan produksi dan penjualan didorong oleh stabilitas operasional smelter
- Produksi konsentrat tembaga mencapai 580.713 metrik ton kering, dengan kandungan sekitar 332 juta pon tembaga dan 541.337 ons emas
- Penjualan konsentrat tembaga sebesar 120.079 metrik ton kering berdasarkan izin ekspor sementara yang berlaku hingga April 2026, dengan kandungan 73 juta pon tembaga dan 119.307 ons emas
- Produksi katoda tembaga mencapai 102.783 ton (setara dengan 227 juta pon), dengan volume penjualan sebesar 98.324 ton (setara dengan 217 juta pon)
- Produksi emas murni mencapai 296.897 ons, dengan volume penjualan sebesar 175.296 ons
Operasi smelter yang stabil dan harga logam yang positif mendukung kinerja laba
- Penjualan bersih mencapai US$3.238 juta, didorong oleh peningkatan produksi dan volume penjualan, serta didukung oleh harga komoditas yang menguntungkan
- EBITDA mencapai US$1.833 juta, dengan margin EBITDA sebesar 57%
- Laba bersih tercatat sebesar US$880 juta, dengan margin laba bersih sebesar 27%
- Arus kas yang kuat dan pelunasan utang lebih awal menurunkan utang bersih sebesar 13% sejak awal tahun menjadi sekitar US$5,0 miliar, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,9x
- Penurunan belanja modal menjadi US$170 juta difokuskan pada penyelesaian proyek dan kegiatan pemeliharaan
Berada pada jalur yang tepat untuk mencapai atau melampaui panduan 2026
- Panduan produksi 2026 tidak berubah, baik untuk konsentrat maupun logam murni
- Panduan produksi 2027 akan disampaikan pada Q1 2027
Mengumumkan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai Rp1,0 triliun (~US$55 juta) pada 22 Oktober 2026
Jakarta, 30 Oktober 2026 – PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) (“AMMAN”, “Perseroan,” atau “Kami”) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional 9M 2026. Melalui entitas-entitas anak usaha kami, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, kami merupakan Perseroan yang terintegrasi penuh dari pertambangan hingga pemurnian, serta produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.
“Produksi di seluruh rangkaian operasi terintegrasi kami terus mencatat pertumbuhan yang kuat pada Q3 2026. Pada 9M 2026, produksi konsentrat meningkat 87% YoY menjadi 580.713 metrik ton kering, sementara produksi tembaga dan emas masing-masing meningkat 129% YoY menjadi 332 juta pon dan 616% YoY menjadi 541.337 ons. Peningkatan ini didukung oleh kadar bijih yang lebih tinggi dan pelaksanaan kegiatan operasional yang efektif.
Selama Q3 2026, kami berhasil menjaga stabilitas dan keandalan operasi Smelter dan PMR sesuai kapasitas desain. Pada 9M 2026, kedua fasilitas tersebut memproduksi 102.783 ton (227 juta pon) katoda tembaga dan 296.897 ons emas murni. Keandalan smelter juga tercermin dari tingkat input yang mencapai level tertinggi pada Q3 2026.
Kami juga mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk penerbitan Smelter Project Acceptance Certificate, yang menandai penyelesaian resmi proyek smelter bersama kontraktor kami. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap (ramp-up) pada pabrik konsentrator baru terus berjalan sesuai rencana.
Dengan kinerja operasional yang terus menunjukkan perkembangan positif, fokus kami adalah menjaga operasi yang stabil, andal dan berkelanjutan di seluruh rantai nilai pertambangan, peleburan dan pemurnian. Meskipun dinamika geopolitik menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas.
Dengan operasi smelter yang stabil, ramp-up di pabrik konsentrator baru yang terus berjalan, serta neraca keuangan yang semakin kuat, AMMAN memiliki fondasi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan dan menciptakan nilai dalam jangka panjang,” kata Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN.
“Kinerja sembilan bulan pertama 2026 mencerminkan dampak positif dari penguatan kinerja operasional, peningkatan volume penjualan, serta kondisi harga logam yang menguntungkan. Penjualan bersih mencapai US$3.238 juta, meningkat 494% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga mendorong EBITDA menjadi US$1.833 juta dengan margin 57%.
Laba bersih meningkat menjadi US$880 juta, setara dengan margin 27%. Sebagai perbandingan, pada 9M 2025, EBITDA tercatat sebesar US$279 juta dengan rugi bersih sebesar US$175 juta.
Arus kas yang kuat memungkinkan kami untuk terus menurunkan tingkat utang, sehingga utang bersih berkurang 13% menjadi sekitar US$5,0 miliar dan rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,9x. Kinerja ini mencerminkan kemajuan yang telah kami capai dalam memperkuat profitabilitas sekaligus posisi keuangan AMMAN, serta memberikan fondasi yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.” kata Anthony Mathias, Direktur Keuangan AMMAN.
Ikhtisar Utama Operasional dan Keuangan
| Kegiatan penambangan | 9M 2025 | 9M 2026 | YoY (%) |
|---|---|---|---|
| Material yang ditambang (juta ton) | 225 | 190 | (16%) |
| Bijih yang diproses (juta ton) | 23 | 32 | 38% |
| Konsentrat | |||
| Produksi (metrik ton kering) | 310.143 | 580.713 | 87% |
| Penjualan (metrik ton kering) | – | 120.079 | – |
| Tembaga (dalam konsentrat) | |||
| Produksi (juta pon) | 145 | 332 | 129 |
| Penjualan (juta pon) | – | 73 | – |
| Harga jual bruto (US$/pon)¹ | – | 6,98 | – |
| Emas (dalam konsentrat) | |||
| Produksi (ons) | 75.621 | 541.337 | 616% |
| Penjualan (ons) | – | 119.307 | – |
| Harga jual bruto (US$/ons)¹ | – | 4.853 | – |
| Kegiatan peleburan dan pemurnian | |||
| Katoda tembaga | |||
| Produksi (ton) | 41.052 | 102.783 | 150% |
| Penjualan (ton) | 39.805 | 98.324 | 147% |
| Harga jual bersih (US$/ton)² | 9.789 | 14.038 | 43% |
| Emas murni | |||
| Produksi (ons) | 44.792 | 296.897 | 563% |
| Penjualan (ons) | 42.903 | 175.296 | 309% |
| Harga jual bersih (US$/ons) | 3.607 | 4.406 | 22% |
| Metrik keuangan (US$ juta) | 9M 2025 | 9M 2026 | YoY (%) |
|---|---|---|---|
| Penjualan bersih | 545 | 3.238 | 494% |
| EBITDA | 279 | 1.833 | 557% |
| Laba/(rugi) bersih | (175) | 880 | 603% |
| Belanja modal | 1.058 | 170 | (84%) |
| Arus kas operasi | (888) | 839 | 194% |
| Posisi keuangan (US$ juta) | Des-25 | Sep-26 | YTD (%) |
|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | 677 | 570 | (16)% |
| Total aset | 13.871 | 14.043 | 1% |
| Total utang | 6.432 | 5.568 | (13%) |
| Utang bersih | 5.756 | 4.998 | (13%) |
| Total ekuitas | 5.431 | 6.284 | 16% |
¹ Setelah dikurangi biaya pengolahan dan pemurnian serta penyesuaian harga mark-to-market dari pengiriman sebelumnya.
² Setelah dikurangi penyesuaian harga mark-to-market dari pengiriman sebelumnya.
Produksi dan Biaya Operasional
Volume material yang ditambang pada 9M 2026 mencapai 190 juta ton, sejalan dengan rencana penambangan. Volume bijih segar yang ditambang meningkat signifikan menjadi 93 juta ton, dari 20 juta ton pada 9M 2025, seiring dengan kemajuan kegiatan penambangan menuju bijih berkadar tinggi Fase 8.
Biaya penambangan per unit meningkat 25% YoY, dari US$2,45 per ton menjadi US$3,06 per ton, disebabkan oleh jarak angkut yang lebih panjang dan kenaikan harga bahan bakar.
Volume bijih yang diproses meningkat 38% YoY menjadi 32 juta ton, dari 23 juta ton pada 9M 2025. Peningkatan throughput turut memperkuat efisiensi pengolahan, tercermin dari penurunan biaya pengolahan per unit turun 21% YoY menjadi US$4,85 per ton, dari US$6,11 per ton.
Peningkatan throughput, disertai dengan peningkatan kadar bijih yang diolah menjadi 0,51% untuk tembaga (dari 0,35%) dan 0,62 gram per ton emas (dari 0,12 gram per ton), mendorong peningkatan produksi konsentrat sebesar 87% YoY menjadi 580.713 metrik ton kering. Oleh karena itu, produksi tembaga meningkat 129% YoY menjadi 332 juta pon, sementara produksi emas meningkat 616% YoY menjadi 541.337 ons.
Smelter dan PMR memproduksi 102.783 ton katoda tembaga (227 juta pon) dan 296.897 ons emas murni pada 9M 2026. Biaya peleburan dan pemurnian per unit menurun menjadi US$1.597 per ton katoda yang diproduksi, dari US$2.536 pada 9M 2025, yang mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan volume produksi yang lebih tinggi.
Biaya per unit diperkirakan akan terus menurun seiring dengan peningkatan produksi.
Penjualan Bersih
Penjualan bersih pada 9M 2026 mencapai US$3.238 juta, dibandingkan dengan US$545 juta pada 9M 2025, didorong oleh peningkatan produksi dan volume penjualan, harga komoditas yang mendukung, serta kontribusi dari ekspor konsentrat. Penjualan bersih tersebut terdiri dari US$1.380 juta dari katoda tembaga, US$772 juta dari emas murni, dan US$1.085 juta dari penjualan konsentrat.
EBITDA
EBITDA meningkat signifikan menjadi US$1.833 juta, dengan margin yang meningkat menjadi 57% dari 51% pada 9M 2025. Peningkatan tersebut didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi, harga komoditas yang mendukung, serta kontribusi dari ekspor konsentrat.
Laba/(Rugi) Bersih
Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$880 juta pada 9M 2026, dengan margin laba sebesar 27%, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$175 juta pada 9M 2025. Peningkatan profitabilitas yang signifikan ini didorong oleh faktor-faktor yang sama sebagaimana dijelaskan di atas.
Belanja Modal
Total belanja modal turun 84% YoY menjadi US$170 juta pada 9M 2026, dari US$1.058 juta pada 9M 2025, yang mencerminkan hampir rampungnya proyek-proyek utama serta berkurangnya kebutuhan belanja modal pemeliharaan.
Utang
Per 30 September 2026, total utang tercatat sebesar US$5.568 juta, turun 13% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025, yang mencerminkan pelunasan utang sebesar US$865 juta sejak awal tahun. Dengan kas dan setara kas konsolidasian sebesar US$570 juta, utang bersih turun menjadi sekitar US$5 miliar.
Dengan demikian, rasio utang bersih terhadap EBITDA LTM membaik secara signifikan menjadi 1,9x per September 2026, dibandingkan dengan 5,4x pada akhir tahun 2025. Penguatan neraca keuangan tetap menjadi prioritas utama Perseroan, yang didukung oleh pengendalian biaya secara disiplin dan percepatan penurunan utang.
| Utang | Posisi (US$ juta) |
|---|---|
| Pinjaman modal kerja | 157 |
| Pinjaman berjangka | |
| Porsi jangka pendek | 26 |
| Porsi jangka panjang | 5.385 |
| Total utang | 5.568 |
| Kas dan setara kas | 570 |
| Total utang bersih | 4.998 |
| Utang bersih terhadap EBITDA LTM | 1.9x |
Laporan Joint Ore Reserves Committee (“JORC”)
Laporan cadangan bijih dan sumber daya mineral terbaru yang sesuai dengan Kode JORC per 30 Juni 2026 telah disetujui oleh Competent Person independen dari AMC Consultants Pty Ltd.
| Total (juta ton) | Kadar Cu (%) | Kadar Au (g/t) | Kandungan Cu (milyar pon) | Kandungan Au (juta ons) | |
|---|---|---|---|---|---|
| Stockpiles | 316 | 0,33 | 0,14 | 2,31 | 1,40 |
| Fase 7 | 9 | 0,62 | 0,97 | 0,13 | 0,29 |
| Fase 8 | 451 | 0,33 | 0,29 | 3,31 | 4,21 |
| Cadangan bijih Batu Hijau | 777 | 0,34 | 0,24 | 5,75 | 5,90 |
| Sumber daya mineral Batu Hijau³ | 2.609 | 0,27 | 0,15 | 15,52 | 12,40 |
| Cadangan bijih Elang | 2.581 | 0,32 | 0,33 | 18,17 | 27,00 |
| Sumber daya mineral Elang³ | 3.982 | 0,30 | 0,28 | 26,03 | 36,70 |
Posisi cadangan tembaga gabungan Batu Hijau dan Elang menempatkan AMMAN di jajaran 10 besar dunia. Pembaruan cadangan tersebut mencerminkan asumsi harga emas yang lebih tinggi, yaitu sebesar US$2.500 per ons (dari US$1.800 per ons), sementara asumsi harga tembaga yang tetap konservatif sebesar US$4,00 per pon.
- Cadangan bijih Batu Hijau meningkat 10,2%, meskipun telah berproduksi selama 18 bulan; kandungan tembaga meningkat 2,6%, sementara kandungan emas menurun 6,7%.
- Cadangan bijih Elang meningkat sekitar 2,0%, baik dari sisi tonase bijih maupun kandungan tembaga dan emas.
Proyek “Super Giant” Elang Berjalan Sesuai Rencana
Perencanaan tambang Elang saat ini sedang berlangsung, dengan laporan JORC telah diselesaikan pada Q3 2026 dan Final Investment Decision (FID) ditargetkan pada tahun 2027.
- Umur tambang Batu Hijau telah diperpanjang hingga 2031/2032, dengan pengolahan stockpile diperkirakan akan berlanjut hingga 2033/2034+.
- Elang dijadwalkan mulai menghasilkan bijih pertama pada 2031/2032 dan akan memanfaatkan fasilitas terintegrasi Batu Hijau yang telah diperluas, termasuk smelter, pabrik pengolahan, infrastruktur pembangkit listrik, dan Pelabuhan Benete.
- Bijih Elang akan diangkut melalui overland conveyor (OLC) baru, sementara proses tender rekayasa dan desain saat ini sedang berlangsung.
³ Sumber daya mineral termasuk cadangan bijih.
Panduan Kinerja Perseroan
Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk mencapai atau melampaui panduan produksi 2026, dengan panduan produksi yang tetap tidak berubah, baik untuk konsentrat maupun logam murni. Panduan produksi 2027 akan disampaikan pada Q1 2027.
Fokus Perseroan tetap pada menjaga operasi smelter dan PMR yang stabil, mempertahankan disiplin margin, melanjutkan penurunan tingkat utang, menyelesaikan tonggak-tonggak utama proyek, memajukan pengembangan Proyek Elang, serta mempertahankan kinerja produksi yang kuat hingga 2027.
| Kegiatan penambangan dan pengolahan | 9M 2026 | Panduan 2026 Awal | Revisi | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| Konsentrat (metrik ton kering) | 580.713 | 900.000 | 900.000 | – |
| Tembaga dalam konsentrat (juta pon) | 332 | 485 | 485 | – |
| Emas dalam konsentrat (ons) | 541.337 | 579.000 | 775.000 | ↑34% |
| Kegiatan peleburan dan pemurnian | ||||
| Katoda tembaga (ton) | 102.783 | – | 130.000 | Baru |
| Emas murni (ons) | 296.897 | – | 350.000 | Baru |
Panduan ini mencerminkan ekspektasi kami pada tanggal diterbikatnnya siaran pers ini dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Tentang AMMAN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) merupakan produsen tembaga dan emas terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Melalui anak usaha kami, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), Perseroan memiliki konsesi dan mengoperasikan tambang Batu Hijau, tambang tembaga-emas terbesar kedua di Indonesia.
AMNT juga mengolah bijih menjadi konsentrat, serta kegiatan eksplorasi di proyek Elang. Fasilitas smelter dan Precious Metal Refinery (“PMR”) dikelola oleh anak Perseroan lainnya, PT Amman Mineral Industri (“AMIN”).
Fasilitas smelter and PMR sudah beroperasi, dan AMMAN menjadi bisnis pertambangan-hingga-pemurnian yang terintegrasi penuh yang berlokasi strategis di dekat kawasan pasar utama di Asia. Kami berkomitmen untuk menjadi perseroan tambang terdepan yang mengutamakan praktik berkelanjutan dan menciptakan warisan yang terbaik bagi Indonesia.
Sanggahan
Siaran pers ini dan informasi di dalamnya disiapkan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (“Perseroan” or “AMMN”) semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan rekomendasi mengenai efek Perseroan. Informasi yang terkandung dalam dokumen ini harus dipertimbangkan dalam konteks keadaan yang berlaku pada saat itu dan dapat berubah tanpa pemberitahuan dan tidak akan diperbarui untuk mencerminkan perkembangan material yang mungkin terjadi setelah tanggal materi ini.
Pernyataan tertentu dalam materi ini merupakan pernyataan berwawasan ke depan dan informasi sehubungan dengan kondisi keuangan di masa depan, hasil operasional dan rencana serta objektif tertentu dari manajemen Perseroan dan Grup (“Pernyataan Berwawasan ke Depan”). Pernyataan Berwawasan ke Depan tersebut dibuat berdasarkan harapan atau keyakinan manajemen saat ini serta asumsi yang dibuat oleh, dan informasi yang saat ini tersedia untuk, manajemen.
Baik Perseroan maupun penasihatnya tidak bertanggung jawab untuk memperbarui Pernyataan Berwawasan ke Depan atau menyesuaikannya dengan peristiwa atau perkembangan di masa depan. Dokumen ini bukan merupakan nasihat terkait keuangan, hukum, perpajakan, atau nasihat produk lainnya.
Kontak
Media:
Kartika Octaviana
communications@amman.co.id
Hubungan Investor:
Richard Fischer
investor.relations@amman.co.id
Sekretaris Perusahaan:
Vemmy Febrianti
corporate.secretary@amman.co.id
Informasi Tambahan
Proyek Ekspansi
Smelter dan PMR
Total kapasitas input tahunan fasilitas smelter tembaga dan PMR kami mencapai 900.000 metrik ton kering konsentrat, yang dipasok dari tambang Batu Hijau and tambang Elang di masa depan. Smelter tembaga dirancang untuk menghasilkan 220.000 ton katoda tembaga per tahun dan 830.000 ton asam sulfat per tahun.
Fasilitas PMR akan mengolah sekitar 970 ton lumpur anoda per tahun yang berasal dari smelter, dengan estimasi produksi sebesar 579.000 ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, dan 77 ton selenium.
Ekspansi Pembangkit Listrik
Pada saat yang sama, kami telah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 450 MW beserta fasilitas pendukung LNG, yang menegaskan komitmen kami untuk mengurangi dampak lingkungan. PLTGU Blok 2 terus menyediakan pasokan listrik tanpa gangguan ke smelter, sementara PLTGU Blok 1 tetap berjalan sesuai rencana untuk mendukung proses komisioning pabrik konsentrator baru pada paruh kedua tahun 2026.
Ekspansi Pabrik Konsentrator
Kami telah memperluas pabrik konsentrator untuk meningkatkan kapasitas input pengolahan bijih menjadi sekitar 85 juta ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini akan mendukung pengolahan bijih dari Fase 8 Batu Hijau dan Elang di masa depan, guna memenuhi permintaan produk kami yang terus meningkat.
Komisioning berjalan sesuai rencana, dengan bijih pertama diproses di pabrik konsentrator pada pertengahan Agustus 2026.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin