Kemarin IHSG mode panic hanya karena MSCI tidak percaya sama data kepemilikan saham di BEI dan KSEI. MSCI jelas-jelas menuduh kalau IHSG itu saham digoreng dengan menggunakan nominee. Menurut saya, ini adalah tuduhan yang sangat serius. Tapi saya lihat BEI dan KSEI anteng saja. Apakah mungkin BEI dan KSEI merasa tidak ada yang melakukan aksi goreng saham di IHSG? Semua bandar baik?
Anyway. Mau gimanapun drama MSCI vs BEI dan KSEI, tugas kita di bursa adalah survive. Karena kita beli saham pakai duit kita sendiri, bukan pakai duitnya MSCI dan BEI. Kalau kita loss, ya itu derita kita sendiri sebagai investor selot selot. Jangan harap BEI dan MSCI kasi donasi ke kita kalau kita loss. Yang ada kita tetap bayar pajak transaksi kalau kita loss.
Jadi sebagai investor ritel dengan dana terbatas, ketika menghadapi situasi seperti ini, kita butuh strategi. Bagi investor yang pernah menghadapi trading halt covid-19 dan trading halt Trump, kejadian kemarin itu hanya seperti walk in the park. Harusnya sih udah terbiasa.
Buat yang baru pertama kali menghadapi trading halt akibat kepanikan MSCI ini, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan:
1. Uninstall aplikasi online trading, get a life.
Banyak hal lain di dunia ini yang lebih penting dari sekedar trading. Misalnya tanam sawit atau ke lapangan bola sambil teriak hidup Jok..eh, maksudnya Hidup Indonesia. Trading itu hanyalah kehidupan fana. Mental health itu penting kalau memang sudah tidak kuat lihat porto merah.
Kalau memang sudah tidak kuat, tinggal pilih Cintailah Cutloss vs Cintailah Nyangkut.
Kalau pilih cintailah cutloss, habis cutloss, move on sambil pantau momen pantulan lalu masuk lagi. Atau sekalian cari bisnis sektor lain. Saya baru baca berita kemarin ada content creator di HanyaKipas yang katanya bisa dapat penghasilan 100 juta dollar dari bikin content di HanyaKipas, lebih gede dari semua isi aset $DADA. Membaca berita itu saya langsung mikir, apa karena itu banyak yang melakukan operasi ganti kelamin di Thailand?
Rejeki tiap orang beda-beda, kalau tidak cuan di saham, mungkin sumber cuannya dari tempat lain.
Kalau pilih cintailah nyangkut, maka lanjut ke langkah kedua.
2. Lakukan skrining saham pakai Stockbit, fokus di saham yang dividend yield nya lebih dari 4%
Saya lihat bunga deposito BBCA itu hanya 3% Jadi kalaupun nyangkut saham, setidaknya kamu bisa dapat dividen yang lebih gede dari bunga deposito bank BCA. Jangan tanya berapa lama harus nyangkut. Saya pun tidak tahu.
3. Cicil selot selot
Kalau kalian sudah all in full margin di pucuk, maka saat diskon IHSG kemarin, itu artinya kalian cuma bisa nonton. Tapi kalau kas masih ada maka cicil aja selot selot. Misalnnya cicil tiap anjlok 5% atau tiap anjlok 10% atau tuap anjlok 15% atau tiap anjlok 25% atau tiap anjlok 50% atau tiap anjlok 75%.
Selama target itu tidak tercapai maka parkir aja dulu duitnya ke SBN, deposito, atau reksadana pasar uang.
4. Cari penghasilan lain di luar trading
Punya penghasilan lain di luar trading saham seperti jualan online, adsense, buku, jualan kelas, jualan bakso, atau apapun yang penting halal. Jangan jualan koin pari lalu menjanjikan return pasti cuan 500%, ngeri itu. BIsa kena tuntut member. Yang wajar – wajar aja lah, jangan menjanjikan hal yang di luar nalar. Coba dipikir secara logika.
Jadi demikianlah beberapa tips dan trik untuk bisa tetap survive di market ketika kondisi lagi gonjang-ganjing begini.
Perlu diingat bahwa kondisi yang terjadi di IHSG saat ini sifatnya adalah faktor teknis hanya karena MSCI ngambek.
Faktor lain seperti tidakpastian bisnis karena izin usaha dicabut pada UNTR atau kasus korupsi aparat atau kasus direktur beli Mercy Maybach pakai duit perusahaan itu adalah faktor fundamental.
Kalau masalah teknis aja sih, biasanya nanti saham yang anjlok akan mantul lagi.
Tapi kalau sahamnya nyungsep karena faktor fundamental dan faktor makro akibat pemerintah salah urus negara seperti yang terjadi di Venezuela dan Zimbabwe maka itu biasanya lebih lama nyungsepnya.
Hidup yang tak dipertaruhkan tidak akan pernah bisa dimenangkan – Bung Syahrir-
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!