PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan bisnis dan fluktuasi harga saham perusahaan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
1. Transformasi Bisnis ke Angkutan Laut
Selama ini, TIRT dikenal sebagai emiten di industri kayu lapis. Namun, perusahaan kini sedang berada dalam masa transformasi bisnis ke sektor jasa angkutan laut. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 20 unit armada kapal yang seluruhnya sudah terisi penuh (fully occupied).
2. Kinerja Keuangan Masih Merah
Hingga kuartal III (Q3) 2025, performa keuangan perusahaan memang belum mencerminkan hasil dari bisnis angkutan laut tersebut. Beberapa catatan keuangan penting per 30 September 2025 antara lain:
- Pendapatan: Rp 33 juta.
- Rugi Bersih: Rp 33 miliar.
- Defisiensi Modal (Ekuitas Negatif): Rp 708,8 miliar.
- Total Liabilitas: Rp 1,07 triliun.
3. Perolehan Kontrak Baru yang Signifikan
Meski laporan keuangan Q3 masih lemah, manajemen mengungkapkan telah menandatangani tiga perjanjian sewa menyewa kapal pada 17 Oktober 2025 yang akan menjadi sumber pendapatan masa depan:
- PT Guna Harapan Lestari: Nilai kontrak Rp 250 juta per bulan.
- PT Lima Srikandi Jaya: Dua kontrak masing-masing senilai Rp 3,45 miliar dan Rp 1,8 miliar per bulan. Jika ditotal, potensi pendapatan dari tiga kontrak ini mencapai lebih dari Rp 5,5 miliar per bulan.
4. Penjelasan Soal Lonjakan Harga Saham
Manajemen mencatat adanya kenaikan harga saham sebesar 164%, dari harga terendah Rp 44 pada 26 November 2025 menjadi Rp 116 pada 11 Desember 2025. Menurut perusahaan, fluktuasi ini murni merupakan hasil dari dinamika pasar. Perusahaan menegaskan tidak ada informasi material atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan kepada publik.
5. Prospek ke Depan
Manajemen tetap optimis terhadap bisnis jasa angkutan laut di Indonesia, terutama untuk pengangkutan komoditas sumber daya alam. Fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan armada yang ada dan menjaga keberlangsungan kontrak dengan pelanggan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!