ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Salah Satu Guide To Average Up

Average Up adalah membeli saham lagi di atas harga beli pertama kali.

Contoh kita pertama kali beli saham HMSP di harga 1100 100 lot. Jika kemudian harga saham HMSP naik ke 1200 kita beli lagi 100 lot. Ini namanya average up. Menambah posisi ketika harga saham naik.

Tapi kita tidak boleh asal – asalan melakukan average up. Sebaiknya average up dilakukan jika harga saham masih di bawah nilai intrinsik atau dengan kata lain Margin of Safety (MOS) masih lebar.

Untuk tahu margin of safety, maka bisa belajar dari artikel ini.

Cara melakukan average up
Cara melakukan average up

Lalu bagaimana cara melakukan average up?

  • Boleh menambah posisi maksimal 10% dari total portofolio awal jika MOS 20%
  • Boleh menambah posisi maksimal 20% dari total portofolio awal jika MOS 30%
  • Boleh menambah posisi maksimal 30% dari total portofolio awal jika mos 40%
  • Maksimal 40% dari total portofolio awal jika MOS 50%
  • Maksimal 50% dari total portofolio awal jika MOS >50%

Contoh

Jadi yang pertama harus dilakukan adalah menilai intrinsic Value

Contoh $TOWR anggap intrinsic value sudah kita hitung di kisaran 1500-2000

Kita sudah masuk di harga 800 sebanyak 1 juta rupiah

Harga sekarang 960.

MOS= (1500-960)/960 X 100% = 56%

Jadi kita masih bisa tambah posisi average up maksimal 50% dari total portofolio awal 1 juta rupiah.

Jadi maksimal tambah posisi 500.000 saja.

Itu hanya contoh saja.

Tidak strict.

Bisa dibuat dinamis.

Jika anda menyukai artikel Perbedaan antara Investor Institusi dengan Investor Ritel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply