Ikhtisar Kinerja
- Mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp62 miliar
- GoTo menaikkan pedoman EBITDA yang disesuaikan tahun 2025 dari Rp1,4-1,6 triliun menjadi Rp1,8-1,9 triliun, mencerminkan kinerja yang kuat di seluruh segmen utama
- GTV inti Grup tumbuh 43% YoY menjadi Rp102,8 triliun, sejalan dengan Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU)15 di Indonesia yang naik 33% menjadi 61,1 juta setara dengan 30% dari jumlah penduduk dewasa
- Pendapatan bersih Grup meningkat 21% YoY menjadi Rp4,7 triliun
- EBITDA Grup yang disesuaikan tumbuh 239% YoY mencapai rekor tertinggi sebesar Rp516 miliar
- EBITDA Grup positif selama empat kuartal berturut-turut, mencapai Rp369 miliar
- Arus kas bebas (free cash flow) yang disesuaikan mencapai Rp247 miliar\
- Financial Technology mencapai rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp136 miliar, naik Rp201 miliar YoY, didorong oleh pertumbuhan pengguna dan pinjaman konsumen
- On-Demand Services mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp336 miliar, naik 115% YoY, mencerminkan kuatnya eksekusi, peningkatan efisiensi, dan integrasi ekosistem yang ditingkatkan
- Imbalan jasa e-commerce mencapai Rp211 miliar
Jakarta, Indonesia, 29 Oktober 2025 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal ketiga tahun 2025. Perseroan mencetak laba sebelum pajak yang disesuaikan12 untuk pertama kali serta menaikkan panduan kinerja untuk setahun penuh.
Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan: “Grup GoTo terus mencatatkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas sejalan dengan upaya kami mencapai visi menjadi platform teknologi kelas dunia yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pada kuartal ketiga, kami mencatatkan tonggak sejarah baru dengan mencapai laba sebelum pajak yang disesuaikan12 untuk pertama kali sebesar Rp62 miliar. Melalui momentum ini, kami menaikkan panduan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan³ setahun penuh kami menjadi antara Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun, yang menegaskan kepercayaan terhadap kemampuan kami untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi semua Pemangku kepentingan. Fokus kami tetap jelas yaitu untuk memberikan solusi yang konsisten, menyenangkan dan hemat biaya bagi konsumen sembari memaksimalkan penghasilan mitra pengemudi dan mitra pedagang.”
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, mengatakan: “Kinerja kuartal ketiga kami mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam efisiensi dan disiplin keuangan di seluruh bisnis. Kami mencapai rekor lain untuk EBITDA Grup yang disesuaikan³ dan menghasilkan arus kas bebas yang disesuaikan positif10 , didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan manajemen biaya yang disiplin. Berkat eksekusi yang disiplin dan investasi yang terarah, kami mampu berkembang, melayani lebih banyak pengguna dan melakukannya dengan lebih efisien. Seiring dengan ekosistem kami yang terus berkembang, kami memperkuat profitabilitas dan membangun pondasi keuangan yang tangguh untuk masa depan.”


GTV inti Grup mencapai Rp102,8 triliun, naik 43% YoY. Total GTV² Grup mencapai Rp176 triliun, naik 28% YoY, sementara pendapatan bersih tumbuh 21% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU) di Indonesia yang naik 33% menjadi 61,1 juta setara dengan 30% dari jumlah penduduk dewasa.
Perseroan juga mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp62 miliar, meningkat Rp728 miliar YoY. EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp516 miliar, tumbuh 239% YoY, sementara EBITDA positif selama empat kuartal berturut-turut, mencapai Rp369 miliar setara dengan perbaikan Rp455 miliar YoY. Peningkatan ini dihasilkan dari kinerja pendapatan yang lebih kuat dan manajemen biaya yang disiplin.
Perseroan mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp247 miliar yang
mencerminkan penguatan kinerja operasional dan keuangan.
Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp211 miliar pada kuartal ketiga.
Perseroan mempertahankan posisi kas dan neraca yang solid. Per 30 September 2025, GoTo memiliki Rp18 triliun (US$ 1,1 miliar) dalam bentuk kas, setara kas, dan deposito jangka pendek.
Perseroan juga terus mengembangkan inisiatif kecerdasan buatan (AI). Model Bahasa Besar (LLM) lanjutan telah memulai pelatihan di sepanjang kuartal ketiga dan memberikan efisiensi yang lebih tinggi dengan menggunakan lebih sedikit GPU serta mengungguli model 70 miliar parameter sebelumnya. GoTo juga meluncurkan platform AI internal bersama yang menyediakan akses terstandarisasi ke GPU, model, dan komponen yang dapat digunakan kembali, yang akan meningkatkan kecepatan pengembangan dan mengurangi biaya seiring waktu.
AI secara bertahap diintegrasikan ke seluruh ekosistem, yang pada akhirnya memungkinkan peningkatan pengalaman pengguna secara signifikan serta pengurangan waktu peluncuran pasar dan biaya. AI dan Otomatisasi (Automation) membantu meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 6% di sepanjang kuartal karena waktu tanggapan awal berkurang dan penyelesaian masalah tercapai lebih cepat. Uji coba dalam operasi penagihan Perseroan juga menunjukkan kinerja dan pembayaran kembali yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pihak ketiga, dengan biaya layanan yang lebih rendah.

- Pengguna bertransaksi bulanan (MTU) naik 29% YoY menjadi 24,2 juta, mencerminkan peningkatan adopsi aplikasi GoPay di kalangan pengguna premium dan pasar massal serta peningkatan penggunaan lintas platform dalam ekosistem GoTo. Fintech juga mencapai lebih dari 500 juta transaksi dalam sebulan untuk pertama kalinya di September.
- GTV inti tumbuh 48% YoY menjadi Rp95,3 triliun, didukung oleh kekuatan berkelanjutan bisnis pembayaran konsumen, didorong oleh pertumbuhan pengguna dan transaksi yang kuat.
- Pendapatan bersih tumbuh 55% YoY menjadi Rp1,5 triliun, didukung oleh ekspansi pinjaman konsumen dan pertumbuhan stabil dalam transaksi pembayaran. Pendapatan pinjaman tumbuh 84% YoY menjadi Rp1,0 triliun, sementara nilai buku pinjaman Konsumen mencapai Rp7,6 triliun, naik 76% YoY.
- EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp136 miliar, menandai profitabilitas empat kuartal berturut-turut dan peningkatan Rp201 miliar YoY, didorong oleh peningkatan dalam bisnis pembayaran dan pinjaman.
- Aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan, menjadi yang terdepan di segmen pengguna menengah ke atas sebagai dompet digital nomor satu, dengan beragam mitra premium di berbagai kategori seperti travel dan layanan streaming.
- GoPay juga mencatat pertumbuhan signifikan di segmen pasar massal, yang terutama didorong oleh fungsionalitas aplikasi, dengan retensi yang didukung oleh fitur interaktif seperti check-in harian dan mini-game (termasuk GoPay Pet), kini mencapai sekitar 24% pengguna aktif bulanan.

- GTV, On-Demand Services tumbuh 2,4% YoY menjadi Rp16,7 triliun, seiring dengan peningkatan profitabilitas Perseroan sembari melindungi pangsa pasar.
- Pendapatan bersih meningkat 10% YoY, mencapai Rp3,2 triliun, yang didukung oleh peningkatan pendapatan dari periklanan (advertising), belanja insentif yang disiplin dan perubahan bauran produk.
- EBITDA yang disesuaikan meningkat 115% YoY menjadi Rp336 miliar, menandai peningkatan EBITDA yang disesuaikan lima kuartal berturut-turut.
- Perseroan tetap berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan dan oleh karenanya menerapkan strategi yang mencakup pengembangan produk yang terdiferensiasi untuk segmen konsumen menengah ke atas maupun pasar massal, sekaligus membuka lebih banyak sinergi dalam ekosistem. Strategi ini akan menciptakan skala ekonomi yang menurunkan biaya pelayanan (cost-to-serve) dan memungkinkan pemberian harga yang lebih baik bagi konsumen, yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan serta pendapatan bagi mitra pengemudi dan mitra pedagang.
Mobility:
- GTV Mobility tumbuh 1% menjadi Rp6,3 triliun karena kinerja operasional terus meningkat.
- Pendapatan bersih meningkat 11% YoY, mencapai Rp796 miliar.
- EBITDA yang disesuaikan meningkat 3% YoY menjadi Rp190 miliar
- Perseroan meluncurkan layanan transportasi roda dua untuk para komuter dengan harga terjangkau setiap hari di titik-titik transit. Layanan ini ditujukan bagi pengguna yang ingin tarif yang pasti dan bersedia menunggu sedikit lebih lama. Pada saat yang sama, diskon dikurangi dan sistem prioritas ditingkatkan untuk pengguna yang membutuhkan layanan cepat dan lebih mengutamakan kenyamanan.
Delivery:
- GTV elivery tumbuh 4% menjadi Rp10,5 triliun.
- Pendapatan bersih meningkat 10% YoY, mencapai Rp2,4 triliun
- EBITDA yang disesuaikan meningkat 1.354% YoY, mencapai Rp189 miliar
- Perseroan terus mendorong pertumbuhan bagi para pedagang dengan menyediakan fitur promosi yang memungkinkan penargetan konsumen secara lebih tepat. Hal ini telah mendorong pendapatan dari iklan yang mencapai 2% dari GMV Makanan, serta belanja promosi yang didanai pedagang yang meningkat 71% YoY.
- Perseroan berencana untuk mengembangkan armadanya menjadi jaringan pengiriman terbesar dan tercepat di Indonesia.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)
GoTo terus memperkuat dampak ESG-nya melalui inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan, inklusi, dan pengembangan komunitas. Pencapaian di Kuartal III 2025 meliputi:
- Peningkatan enam poin tahun-ke-tahun dalam skor Penilaian Keberlanjutan Perusahaan S&P Global, menempatkan Perseroan di persentil ke-91 di antara rekan-rekan industri.
- Mempertahankan peringkat “A” MSCI ESG Perseroan.
- Implementasi program Komunitas Mitra GoFood (KOMPAG) untuk meningkatkan kesadaran dan berbagi praktik terbaik yang membantu pedagang mengadopsi pengelolaan limbah makanan yang bertanggung jawab.
- Revitalisasi Kelompok Sumber Daya Karyawan (ERG) Perseroan dengan fokus utama pada pemberdayaan perempuan, sambil juga mendukung inisiatif kesejahteraan dan keberlanjutan bagi semua karyawan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan rasa inklusif di seluruh organisasi.
Pedoman Kinerja 2025
GoTo mengharapkan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan karena memanfaatkan skala dan sinergi ekosistemnya. Perseroan menaikkan panduan EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh 2025 dari Rp1,4-1,6 triliun menjadi Rp1,8-1,9 triliun dan tetap yakin dalam mencapai targetnya.
Prospek ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan, yang semuanya tunduk pada berbagai ketidakpastian dan risiko termasuk peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


