Ikhtisar Kinerja¹
● GTV inti⁴ Grup tumbuh 43% YoY menjadi Rp89,8 triliun
● Pendapatan bersih meningkat 23% YoY menjadi Rp4,3 triliun
● EBITDA Grup yang disesuaikan³ mencapai Rp427 miliar dari posisi rugi di 2Q24
● EBITDA9 Grup positif selama tiga kuartal berturut-turut mencapai Rp292 miliar dari posisi rugi di 2Q24
● Financial Technology mencetak rekor tertinggi EBITDA yang disesuaikan³ sebesar Rp88 miliar, naik Rp256 miliar YoY didorong oleh peningkatan keterlibatan pengguna dan kemitraan yang sukses
● On-Demand Services mencetak rekor tertinggi EBITDA yang disesuaikan³ sebesar Rp328 miliar, naik 264% YoY seiring dengan fokus integrasi ekosistem, layanan premium, dan penciptaan nilai tambah untuk mitra usaha
● GoTo menegaskan kembali pedoman kinerja EBITDA yang disesuikan³ Rp1,4-1,6 triliun untuk tahun 2025 dan tetap sejalan dengan target setahun penuh
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal kedua
tahun 2025. Perseroan mencetak rekor baru untuk GTV inti1,4 Grup, pendapatan bersih1
, EBITDA1,9 dan EBITDA yang disesuaikan1,3, menunjukkan eksekusi kuat GoTo dan ketahanan ekosistem terintegrasinya
Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan: “Pada kuartal kedua, kami mencetak rekor baru, seiring dengan GTV inti1,4 Grup, pendapatan bersih1 , EBITDA1,9 dan EBITDA1,3 yang disesuaikan semuanya mencapai rekor tertinggi baru. Investasi kami di infrastruktur teknologi, termasuk kesuksesan kami dalam melakukan migrasi cloud, digabungkan dengan perkembangan pesat dalam strategi AI kami, mampu mengatasi hambatan dan membuat kami berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan.
Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman kinerja kami sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan bisnis teknologi yang berkelanjutan, berfokus pada pelanggan yang mendukung kehidupan jutaan mitra pengemudi dan mitra usaha di seluruh Indonesia.”
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: “Kinerja kami di kuartal kedua menegaskan kekuatan model operasional dan pelaksanaan strategi kami yang disiplin. Kami membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan1,3 tertinggi sebesar Rp427 miliar dan arus kas dari aktivitas operasi yang disesuaikan10 positif sebesar Rp313 miliar, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan peningkatan efisiensi biaya di seluruh ekosistem. Seiring dengan skala yang kami kembangkan, kami mengoptimalkan daya ungkit operasional dan menerapkan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.”


GoTo mempertahankan momentum yang kuat dari sisi pendapatan dengan GTV inti
1,4 Grup mencapai Rp89,8 triliun, mengalami peningkatan tahunan sebesar 43%. Total GTV 1,2 Grup meningkat menjadi Rp152,9 triliun, tumbuh 26% YoY, sementara pendapatan bersih 1 tumbuh 23% YoY mencapai Rp4,3 triliun.
EBITDA Grup yang disesuaikan 1,3 mencapai positif sebesar Rp427 miliar, membaik Rp491 miliar YoY, sementara EBITDA 1,9 Grup mencapai positif untuk tiga kuartal berturut-turut sebesar Rp292 miliar, membaik Rp874 miliar YoY. Perbaikan-perbaikan ini merupakan hasil dari kinerja pendapatan yang lebih kuat dan pengelolaan biaya yang lebih baik. Perseroan juga mencatatkan arus kas dari aktivitas operasional yang disesuaikan 10 positif sebesar Rp313 miliar, yang menunjukkan kekuatan strateginya dan momentum bisnis yang berkelanjutan.
Laba usaha 1 juga mencapai positif untuk pertama kalinya sebesar Rp21 miliar sejalan dengan keberhasilan Grup memangkas rugi periode berjalan 1 sebesar 77% YoY menjadi Rp222 miliar Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp199 miliar pada kuartal kedua. Perseroan mempertahankan posisi kas dan neraca yang solid. Hingga 30 Juni 2025, Perseroan memiliki Rp18,2 triliun, atau US$1,1 miliar dalam bentuk kas, setara kas dan deposito jangka pendek.
GoTo telah menyelesaikan proses migrasi cloud yang kompleks pada kuartal kedua, dengan melakukan transisi sistem ke Alibaba Cloud dan Tencent Cloud. Migrasi ini diperkirakan akan mengurangi biaya cloud tahunan lebih dari 50 persen, sekaligus memberikan kelincahan yang lebih tinggi serta mempercepat
waktu peluncuran fitur-fitur baru. Selain itu, langkah ini juga mendukung prioritas kedaulatan data Indonesia, dengan seluruh data disimpan dan diproses di infrastruktur yang berbasis di Indonesia. Perseroan telah membentuk pusat teknologi baru di Tiongkok untuk mengakses salah satu sumber daya keahlian rekayasa teknologi terkaya di dunia. Langkah ini akan mempercepat peta jalan produk Perseroan serta meningkatkan kapabilitas seluruh organisasi rekayasa di Indonesia dan wilayah lainnya melalui alih
pengetahuan.
Perseroan meluncurkan model fondasi Sahabat-AI dengan 70 miliar parameter pada kuartal kedua yang dilatih dan ditempatkan sepenuhnya di Indonesia. Model ini kini dapat beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan Bahasa Batak, selain beberap bahasa internasional lainnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada bulan Juni, GoTo memperkuat tim kepemimpinannya melalui sejumlah penunjukan penting, termasuk Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Wakil Direktur Utama dan Deputy CEO, Hans Patuwo dengan peran yang diperluas sebagai Presiden On-Demand Services sekaligus tetap menjabat sebagai COO Grup, serta Sudhanshu Raheja sebagai Presiden GoTo Financial

● GTV inti 4 naik 46% YoY menjadi Rp82,2 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan pembayaran konsumen.
● Pendapatan bersih tumbuh 76% YoY menjadi Rp1,4 triliun didukung oleh ekspansi pinjaman dan pertumbuhan transaksi pembayaran.
● Pengguna bertransaksi bulanan mencapai 22,4 juta, naik 9% secara kuartalan dan 29% tahunan, didukung oleh peningkatan adopsi aplikasi GoPay.
● EBITDA yang disesuaikan 3 mencapai positif tiga kuartal beruntun sebesar Rp88 miliar, setara dengan perbaikan Rp256 miliar YoY didorong oleh pertumbuhan bisnis pinjaman dan pembayaran.
● Pendapatan pinjaman 7 tumbuh 130% YoY menjadi Rp879 miliar.
● Nilai buku pinjaman konsumen 6 mencapai Rp6,6 triliun, tumbuh 90% tahunan dan 15% kuartalan, menandai 9 kuartal pertumbuhan berturut-turut dengan pertumbuhan portofolio pinjaman yang kuat. Penyaluran pinjaman kepada pengguna GoPay dan Gojek meningkat 96% dibandingkan tahun lalu, menegaskan kekuatan ekosistem GoTo.
● Memperkenalkan GoPay Pinjam di TikTok Shop, membuat GoTo menjadi platform pertama di Indonesia yang menawarkan pinjaman tunai instan secara langsung di ekosistem TikTok.
● Meluncurkan Simpati TikTok, sebuah kolaborasi strategis antara Telkomsel, TikTok, dan GoPay, yang menawarkan paket data khusus bagi para streamer, kreator, dan pedagang TikTok.
● Meluncurkan Telkomsel Wallet by GoPay, dompet digital hasil kolaborasi merek yang terintegrasi dalam aplikasi MyTelkomsel.
● Perseroan tetap yakin mampu mencapai pedoman kinerja tahun 2025 untuk meningkatkan buku pinjaman konsumen hingga mencapai Rp8 triliun serta mencapai setidaknya EBITDA yang disesuaikan 3 Rp300 miliar.

● GTV 2,5 On-Demand Services tumbuh 9% YoY menjadi Rp16,4 triliun, seiring dengan fokus Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan pangsa pasar.
● Pendapatan bersih 5 meningkat 13% YoY, mencapai Rp3,0 triliun.
● EBITDA yang disesuaikan 3 naik 264% YoY menjadi Rp328 miliar, lima kuartal berturut-turut mengalami perbaikan EBITDA yang disesuaikan
● Mobility:
○ GTV 2,5,8 Mobility tumbuh 10% mencapai Rp6,0 triliun seiring dengan kinerja operasional yang terus membaik.
○ Pendapatan bersih 5,8 Mobility naik 13% YoY, mencapai Rp727 miliar.
○ EBITDA yang disesuaikan 3,8 Mobility meningkat 16% YoY mencapai Rp183 miliar.
Pencapaian ini diraih di tengah persaingan yang semakin ketat, sehingga mendorong
insentif strategis dan terarah untuk menjaga pangsa pasar.
○ Fitur premium seperti Pencarian Cepat senantiasa relevan dengan pelanggan.
● Delivery:
○ GTV 2,5,8 Delivery tumbuh 8% menjadi Rp10,3 triliun.
○ Pendapatan bersih 5,8 Delivery meningkat 14% YoY, mencapai Rp2,3 triliun.
○ EBITDA yang disesuaikan 3,8 Delivery membaik Rp193 miliar YoY dan menjadi Rp186 miliar.
○ Meningkatkan pangsa dompet di antara pengguna berpendapatan lebih tinggi sekaligus
memperluas jangkauan di seluruh basis pelanggan, sehingga mencapai perluasan margin
dalam empat kuartal beruntun.
○ Premium Food Express mencatat kenaikan ketujuh secara berturut-turut dalam penetrasi
GTV 5 .
○ Pendapatan iklan mencapai 1,8% dari GMV Food pada akhir kuartal kedua, mengalami
kenaikan empat kuartal beruntun.
○ Pengeluaran promosi yang didanai oleh merchant meningkat sebesar 118% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) GoTo terus berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dan praktik terbaik ESG. Hasil dari upaya
Perseroan pada kuartal kedua tahun 2025 meliputi:
● Bermitra dengan Green SM untuk meluncurkan GoGreen SM, jenis layanan baru yang menawarkan taksi kendaraan listrik penuh, secara signifikan meningkatkan ketersediaan kendaraan listrik roda empat dalam ekosistem GoTo.
● Mendukung penggunaan transportasi umum perkotaan melalui kolaborasi dengan Transjakarta dan PT Kereta Commuter Indonesia, dengan mengintegrasikan GoPay sebagai metode pembayaran digital untuk mengakses sistem bus dan kereta komuter Jakarta.
● Melanjutkan komitmen untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab di berbagai acara. Sebanyak dua ton sampah berhasil dikumpulkan dari acara Mitra Juara Gojek & GoPay serta festival Ada Jalan Gojek di Makassar.
● Mempromosikan inklusi keuangan bagi mitra pengemudi Gojek melalui program literasi keuangan Pintar Bareng GoPay
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!