PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) berencana melakukan ekspansi bisnis untuk menambah kegiatan usaha baru. Emiten yang saat ini fokus pada jasa angkutan laut dalam negeri, khususnya pengangkutan hasil tambang seperti batu bara dan nikel, kini bersiap merambah dua segmen baru.
Dua kegiatan usaha baru yang diincar adalah Angkutan Laut Luar Negeri Untuk Barang Umum (KBLI 50141) dan Aktivitas Penunjang Angkutan Perairan Lainnya (KBLI 52229).
Untuk memuluskan rencana ini, manajemen CBRE akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 27 Oktober 2025.
Strategi Ekspansi ke Offshore dan Internasional
Penambahan kegiatan usaha ini merupakan inisiatif perseroan untuk melakukan diversifikasi layanan.
Untuk segmen penunjang angkutan perairan (KBLI 52229), CBRE berencana masuk ke sektor jasa penunjang kegiatan lepas pantai (offshore). Layanan spesifik yang akan digarap mencakup pemasangan pipa bawah laut (pipe laying), dukungan operasional pembangkit listrik tenaga laut (offshore wind farm support), serta konstruksi lepas pantai lainnya.
Manajemen menilai langkah ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan infrastruktur energi di laut, baik untuk sektor minyak dan gas (migas) maupun energi terbarukan. Segmen ini diyakini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang serta margin keuntungan yang lebih menarik.
Sementara itu, untuk segmen angkutan laut luar negeri (KBLI 50141), perseroan berambisi memperluas jangkauan operasi dari domestik ke pasar internasional. Langkah ini didukung oleh adanya peluang kerjasama dari mitra strategis internasional di berbagai sektor, seperti energi, manufaktur baja, industri baterai/EV, dan konstruksi maritim.
Siapkan USD 100 Juta untuk Beli Kapal Baru
Sebagai langkah konkret untuk mendukung ekspansi ini, CBRE berencana melakukan pembelian 1 (satu) unit kapal jenis pipe-laying and lifting vessel.
Berdasarkan keterbukaan informasi, kapal yang akan dibeli adalah “Hai Long 106”, kapal buatan China tahun 2012. Kapal ini akan dibeli dari Hilong Shipping Holding Limited dengan nilai transaksi mencapai USD 100.000.000.
Rencana investasi dan penambahan armada ini sebagian besar akan didanai melalui kombinasi pendanaan dari bank dan pihak ketiga.
Proyeksi Keuangan dan Analisis Kelayakan
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan untuk melakukan studi kelayakan atas rencana ekspansi ini. Hasilnya, KJPP KR menyatakan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini “layak” ditinjau dari berbagai aspek, termasuk pasar, teknis, dan keuangan.
Berdasarkan laporan studi kelayakan tersebut, berikut adalah hasil kriteria kelayakan investasi dari rencana penambahan kegiatan usaha ini:
- Net Present Value (NPV): Rp 735,86 miliar
- Internal Rate of Return (IRR): 20,42%
- Payback Period: 4 tahun 11 bulan
- Discounted Payback Period: 6 tahun 6 bulan
Peluang dan Risiko yang Perlu Dicermati Investor
Manajemen CBRE memproyeksikan ekspansi ini akan membawa sejumlah dampak positif. Margin keuntungan dari segmen offshore dan angkutan luar negeri diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan usaha saat ini.
Langkah ini diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pendapatan, mengurangi ketergantungan pada pasar domestik, menarik minat investor dan kreditur internasional, serta meningkatkan valuasi perusahaan dalam jangka panjang.
Meski demikian, investor juga perlu mencermati risiko yang timbul. Beberapa potensi risiko keuangan dari diversifikasi ini antara lain:
- Kenaikan Beban Pendanaan: Kebutuhan modal yang besar berpotensi meningkatkan liabilitas perseroan melalui pinjaman bank atau pembiayaan eksternal lainnya.
- Beban Bunga dan Depresiasi: Pembiayaan aset baru akan menambah biaya bunga serta beban depresiasi yang dapat menekan laba pada tahap awal.
- Risiko Arus Kas: Adanya jeda waktu antara realisasi investasi dengan penerimaan pendapatan berpotensi menimbulkan tekanan pada arus kas operasional.
- Fluktuasi Nilai Tukar: Penggunaan mata uang asing dalam sebagian besar pendapatan atau biaya dapat berdampak pada kinerja keuangan akibat perubahan kurs.
Rencana ini akan dibahas dan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada:
- Hari/Tanggal: Senin, 27 Oktober 2025
- Waktu: 14:00 WIB – 15:00 WIB
- Tempat: Four Points By Sheraton, Jakarta Pusat
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


