Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightFokus Produksi, Borneo Olah Sarana (BOSS) Kantongi Data Cukup untuk Tambang Anak...

Fokus Produksi, Borneo Olah Sarana (BOSS) Kantongi Data Cukup untuk Tambang Anak Usaha

PT. Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) telah merilis laporan kegiatan eksplorasi untuk periode Kuartal II-2025, yang mencakup bulan April hingga Juni 2025. Laporan ini menyoroti kemajuan signifikan pada area konsesi anak usahanya, PT. Pratama Bersama (PT. PB), dan mengindikasikan pergeseran strategis dari eksplorasi masif ke optimalisasi produksi.

PT. BOSS, melalui entitas anak usahanya, memusatkan kegiatan operasionalnya di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Fokus utama eksplorasi dan penambangan saat ini berada pada konsesi PT. Pratama Bersama (PT. PB) yang memiliki luas 4.210 Ha.

Bagi investor, kualitas produk dari konsesi PT. PB ini sangat menarik. Batubara yang dihasilkan memiliki kalori rata-rata tinggi, berkisar antara 6100-6300 GAR, dengan kandungan sulfur (Total Sulphur) di bawah 0.5% dan abu (Ash) di bawah 5%. Kualitas premium ini membuat produknya sangat diminati di pasar ekspor seperti Jepang, yang dikenal sebagai BOSS Premium Coal, serta di pasar domestik sebagai bahan campuran untuk batubara berkalori lebih rendah. Secara legalitas, izin usaha pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT. PB berlaku hingga 25 Desember 2032 dan memiliki peluang perpanjangan 2×10 tahun.

Status Program Eksplorasi

Laporan tersebut menegaskan bahwa program eksplorasi pada periode saat ini sudah tidak lagi menjadi prioritas utama. Perseroan menyatakan bahwa data yang telah diperoleh sudah mencukupi untuk mendukung kegiatan penambangan yang sedang berjalan.

Kemajuan kegiatan eksplorasi di konsesi PT. PB dibagi menjadi tiga area utama:

  • Blok Tengah: Telah dieksplorasi sepenuhnya (100%) dan masih menjadi area kegiatan eksplorasi meskipun intensitasnya tidak maksimal.
  • Blok Selatan: Kemajuan eksplorasi mencapai 15%. Namun, belum ada area potensial yang ditemukan, sehingga kegiatan eksplorasi lebih lanjut belum diperlukan untuk saat ini.
  • Blok Barat: Tingkat eksplorasi mencapai 10%. Kegiatan pengeboran di blok ini telah selesai sejak November 2018, dan survei pemetaan rampung pada November 2022. Berdasarkan hasil tersebut, area ini dinilai belum layak untuk dieksplorasi lebih lanjut.

Meskipun laporan ini merinci kegiatan operasional, pada bagian biaya eksplorasi untuk periode Juni 2025, tidak disertakan angka realisasi maupun anggaran yang telah dikeluarkan. Hal ini mengindikasikan bahwa fokus pengeluaran kemungkinan besar telah beralih ke kegiatan produksi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here