Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamFokus Garap 'Emas Hitam', SINI Kebut Infrastruktur Tambang Rp500 Miliar dan Mulai...

Fokus Garap ‘Emas Hitam’, SINI Kebut Infrastruktur Tambang Rp500 Miliar dan Mulai Ekspor ke China

Emiten yang dulunya dikenal dengan bisnis perkayuan, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), kini semakin agresif memfokuskan kinerjanya pada sektor pertambangan batubara. Melalui penjelasan resminya kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen SINI memaparkan strategi pembiayaan yang efisien serta realisasi penjualan ekspor perdana mereka.

Untuk menunjang operasional, SINI tengah membangun infrastruktur pertambangan yang diperkirakan menelan biaya investasi sebesar Rp500 miliar. Infrastruktur ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027.

Pembangunan ini dilakukan secara bertahap agar bisa segera digunakan oleh entitas anak usaha:

  • Tahun 2025: Sudah mulai digunakan oleh PT Persada Kapuas Prima (PKP) dan PT Pasir Bara Prima (PBP).
  • Tahun 2026: Akan digunakan oleh PT Pesona Bara Cakrawala (PBC).
  • Tahun 2027: Giliran PT Cakrawala Bara Persada (CBP) yang akan memanfaatkannya.

Kabar baik bagi investor yang khawatir soal arus kas, SINI menerapkan strategi yang tidak memberatkan modal kerja perseroan secara langsung.

  • Infrastruktur: Dana Rp500 miliar tersebut disediakan oleh pihak ketiga yang bekerja sama. SINI hanya akan ditagih pembayarannya saat infrastruktur tersebut sudah digunakan.
  • Alat Berat: Perseroan menunjuk kontraktor jasa pertambangan, sehingga SINI tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk membeli alat-alat berat atau produksi.
  • Sumber Dana Lain: Untuk kebutuhan ganti rugi lahan, dana diperoleh dari pinjaman afiliasi dan uang muka pelanggan, mengingat tambang sudah mulai berproduksi.

Pada bulan November 2025, SINI mencatatkan kinerja penjualan batubara yang positif, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

  • Ekspor: Pada minggu ke-4 November, anak usaha SINI (PKP) berhasil menjual 45.691 ton batubara ke Rundian Fuel Shenzhen Co. Ltd. dengan nilai penjualan mencapai Rp36,4 miliar.
  • Lokal: Penjualan domestik juga berjalan lancar kepada pihak seperti CV Barkalin Artha Prima dan PT Mareta Persada, dengan total volume puluhan ribu ton.

Terkait kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), manajemen memastikan telah memenuhi syarat minimal 25% dari realisasi produksi dan tidak menemui kendala.

Manajemen menegaskan bahwa bisnis pengelolaan perkayuan (melalui anak usaha PT Interkayu Nusantara) saat ini hanya menjalankan operasional rutin.

Prospek bisnis kayu ini dalam tiga tahun ke depan diproyeksikan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan. Fokus utama pertumbuhan SINI ke depan sepenuhnya bertumpu pada segmen pertambangan batubara.

Meski prospek cerah, investor perlu mencermati tantangan di lapangan, antara lain proses penyempurnaan dokumen perizinan tambang serta kendala cuaca dan pembebasan lahan yang mempengaruhi kecepatan pembangunan infrastruktur. Namun, manajemen optimistis izin operasional untuk anak-anak usaha lainnya (PBC dan CBP) akan rampung bertahap pada 2026 dan 2027.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here