- PALM tidak membagikan dividen karena fokus pada ekspansi portofolio investasi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
- Strategi menghadapi fluktuasi pasar adalah dengan diversifikasi sektor investasi seperti logistik, tambang, dan energi terbarukan.
- Nilai investasi tahun 2025 diperkirakan Rp800 miliar–Rp1 triliun, dengan sumber dana kombinasi dari rights issue, private placement, obligasi, dan dana internal.
- Hingga Q1 2025, PALM belum berinvestasi di start-up karena masih dalam proses evaluasi terhadap sektor-sektor strategis.
- Sektor teknologi dan media dipilih karena mendukung infrastruktur digital dan transformasi ekonomi nasional berbasis teknologi.
Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!
🚀 https://bit.ly/pintarsahamid