PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) tengah mematangkan rencana strategis untuk memperkuat portofolio bisnisnya di sektor pariwisata dan gaya hidup melalui mekanisme Rights Issue SOTS. Emiten pengelola “Sotis Hotel” ini berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.375.000.000 saham baru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang perusahaan untuk melakukan ekspansi melalui penyertaan modal pada pihak terafiliasi.
Detail Rencana Rights Issue SOTS dan Target Perolehan Dana
Melalui aksi korporasi Rights Issue SOTS, perseroan membidik perolehan dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp300.001.194.000 (tiga ratus miliar satu juta seratus sembilan puluh empat ribu Rupiah). Perseroan menyatakan bahwa seluruh penyetoran saham dalam PMHMETD ini hanya akan diterima dalam bentuk uang tunai. Terkait jumlah saham baru yang melebihi jumlah saham tercatat saat ini (1.000.003.979 saham), manajemen menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan target maksimal dengan tetap memperhatikan batasan jumlah saham yang masih berada dalam portepel perseroan.
Perseroan telah menunjuk PT Sungai Mas Internasional sebagai Pembeli Siaga (Standby Buyer). Pihak Pembeli Siaga ini merupakan entitas yang terafiliasi dengan perseroan dan berkomitmen untuk membeli sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lainnya. Jika seluruh pemegang saham tidak melaksanakan haknya dan Pembeli Siaga mengambil seluruh sisa saham, maka PT Sungai Mas Internasional akan memegang 20,00% kepemilikan di SOTS, sementara pemegang saham lainnya akan terkena efek dilusi dengan persentase yang sama.
Akuisisi Strategis PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) di Bali
Dana yang diperoleh dari hasil Rights Issue SOTS tersebut secara spesifik akan dialokasikan untuk melakukan penyertaan modal pada PT Dwimukti Graha Kencana (DGK). Nilai investasi yang disiapkan berkisar antara Rp80 miliar hingga Rp150 miliar, atau setara dengan 29% hingga 50% dari total dana hasil PMHMETD. Melalui penyertaan modal ini, SOTS menargetkan untuk menjadi pemegang saham pengendali di DGK dengan porsi kepemilikan sekurang-kurangnya 60%.
PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) sendiri merupakan entitas afiliasi yang memiliki aset properti dan usaha gaya hidup yang strategis di Canggu, Bali. DGK adalah pemilik dari kawasan usaha terpadu Desa Kitsune yang berdiri di atas lahan seluas 8.750 meter persegi. Selain Desa Kitsune, DGK juga memiliki unit usaha lain seperti restoran Ina Re, Cafe Kitsune, serta toko retail Maison Kitsune. Manajemen SOTS menilai DGK memiliki prospek pengembangan usaha yang strategis karena berlokasi di salah satu destinasi pariwisata unggulan dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Kinerja Keuangan DGK dan Potensi Kontribusi Pendapatan
Berdasarkan data operasional, unit usaha beach club dan restoran Desa Kitsune milik DGK telah menunjukkan performa keuangan yang solid. Pada tahun buku 2025 (unaudited), Desa Kitsune membukukan total pendapatan sebesar Rp115.932.316.568. Dari sisi profitabilitas operasional, DGK mencatatkan EBITDA sebesar Rp12.952.119.655 dengan estimasi margin EBITDA berada di kisaran 11,17%.
Penyertaan modal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian SOTS. Peningkatan skala operasional DGK diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi perseroan dalam bentuk dividen maupun peningkatan nilai investasi jangka panjang. Selain itu, kerja sama operasional DGK dengan KAJA Group, yang memegang merek internasional seperti Kitsune, dianggap memberikan nilai tambah dan memperkuat daya saing perseroan dalam menghadapi dinamika pasar di sektor hospitality.
Jadwal dan Linimasa Aksi Korporasi
Rencana investasi ini secara tegas bersyarat pada penyelesaian proses rights issue dan diterimanya dana hasil penawaran tersebut oleh perseroan. Berikut adalah perkiraan linimasa pelaksanaan Rights Issue SOTS dan proses akuisisi:
- 24 Februari 2026: Persetujuan RUPS Perseroan atas PMHMETD I.
- 3 Juni 2026: Perolehan pernyataan efektif dari OJK.
- 18 – 24 Juni 2026: Perkiraan periode pelaksanaan HMETD.
- 24 Juni – 1 Juli 2026: Diterimanya dana hasil PMHMETD I oleh perseroan.
- Juli – Agustus 2026: Pelaksanaan penyertaan modal ke DGK (estimasi sekitar 6 minggu setelah dana diterima).
Poin Penting bagi Investor
- Tujuan Dana: Dana rights issue digunakan untuk akuisisi minimal 60% saham PT Dwimukti Graha Kencana (DGK).
- Objek Investasi: DGK memiliki aset strategis Desa Kitsune di Canggu, Bali.
- Potensi Dilusi: Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena dilusi maksimal sebesar 20,00%.
- Pembeli Siaga: PT Sungai Mas Internasional berkomitmen menyerap saham yang tidak diambil oleh publik.
- Kinerja Objek Akuisisi: Desa Kitsune mencatat pendapatan Rp115,9 miliar dengan EBITDA margin 11,17% pada 2025.
Profil Singkat Perusahaan
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) adalah perusahaan publik yang bergerak dalam aktivitas perusahaan holding serta menjalankan kegiatan usaha di bidang pariwisata dan perhotelan. Melalui entitas anak usahanya, perseroan mengoperasikan properti dengan branding “Sotis Hotel”. Perseroan saat ini berfokus pada pengembangan usaha dan investasi jangka menengah hingga panjang untuk memperkuat posisi di industri hospitality Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!