PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris untuk mengembangkan Katrili, sebuah booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi. Aksi korporasi yang diresmikan melalui penandatanganan Joint Study Development Agreement (JSDA) pada 5 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan produktivitas pangan nasional melalui pemanfaatan limbah silika geotermal.
Rincian Inovasi Katrili dan Kolaborasi PGEO
Proyek Beyond-Katrili merupakan langkah strategis PGEO dalam melakukan hilirisasi energi panas bumi di luar sektor kelistrikan (beyond electricity). Inovasi ini mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster tanaman berbasis silika geotermal.
Produk Katrili mengandung kombinasi silika dan kitosan yang berasal dari limbah kulit udang serta kepiting. Kandungan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama, dan mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal dan Tahapan Proyek Beyond-Katrili
Berdasarkan laporan informasi fakta material perusahaan, berikut adalah rincian jadwal dan rincian keterlibatan pihak terkait:
| Komponen | Keterangan |
| Tanggal Kejadian | 05 Mei 2026 |
| Pihak Terlibat | PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, FT UGM, PT Agrotekno Estetika Laboratoris |
| Jenis Perjanjian | Joint Study Development Agreement (JSDA) |
| Lokasi Fokus Utama | Wilayah operasional panas bumi, termasuk Sulawesi Utara |
| Status Aplikasi | Telah diuji pada komoditas tomat, kacang batik, bawang merah, dan padi |
Dampak bagi Investor
Inisiatif ini memberikan diversifikasi portofolio bisnis bagi PGEO yang selama ini didominasi oleh penjualan listrik kepada PLN. Investor perlu memperhatikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi untuk memaksimalkan potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia.
Pemanfaatan limbah silika menjadi produk bernilai tambah seperti booster pertanian berpotensi menurunkan biaya pengelolaan limbah operasional perusahaan dalam jangka panjang. Meskipun dampak langsung terhadap pendapatan konsolidasi mungkin tidak terjadi secara instan, efisiensi operasional dan penguatan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat meningkatkan daya tarik saham PGEO di mata investor institusi.
Baca juga: Dividen Tunai PGEO 2025: Rincian Jadwal dan Nilai Per Saham
Kondisi Keuangan dan Kelangsungan Usaha
Manajemen PGEO menyatakan bahwa pengembangan Project Katrili merupakan langkah penting dalam mendorong kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional. Secara hukum dan operasional, kerja sama ini memperkuat posisi perusahaan dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dengan sektor industri pendukung.
Upaya hilirisasi ini dipastikan berbasis pada pendekatan ilmiah lintas disiplin yang menggabungkan ilmu geologi, farmasi, dan pertanian. Hal ini memberikan kepastian teknis bagi keberlanjutan proyek dan potensi komersialisasi produk di masa depan.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi PGEO Terkait Kerja Sama Booster Pertanian
FAQ Investor Terkait Saham PGEO
1. Apa keuntungan utama dari Project Katrili bagi bisnis PGEO? Proyek ini memungkinkan PGEO memanfaatkan limbah silika geotermal menjadi produk bermanfaat bagi sektor pertanian, yang mendukung strategi hilirisasi dan konsep beyond electricity.
2. Apakah proyek ini akan mempengaruhi struktur modal atau menyebabkan dilusi? Hingga saat ini, laporan fakta material menunjukkan bahwa kerja sama ini berbentuk Joint Study Development Agreement (JSDA), sehingga tidak ada dampak langsung terhadap perubahan struktur modal atau dilusi saham.
3. Bagaimana cara kerja produk Katrili untuk tanaman? Produk ini dicampur dengan air dan disiramkan langsung ke tanah dengan takaran yang disesuaikan dengan jenis komoditas untuk melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.
Poin Penting bagi Investor
- Penandatanganan JSDA dilakukan pada 5 Mei 2026 bersama FT UGM dan mitra industri.
- Fokus pada pemanfaatan silika geotermal dan limbah kulit udang/kepiting untuk pertanian.
- Target wilayah aplikasi awal berada di sekitar area operasional seperti Sulawesi Utara.
- Langkah ini memperkuat fundamental ESG perusahaan melalui ekonomi sirkular.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari hulu hingga hilir. Perusahaan merupakan pemain utama dalam industri energi baru terbarukan di Indonesia dengan fokus pada eksplorasi, eksploitasi, dan produksi tenaga listrik berbasis geotermal.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin