PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memaparkan rencana strategis terkait percepatan ekspansi jaringan WIFI melalui paparan publik pada 7 September 2026. Langkah tersebut didukung oleh alokasi belanja modal yang agresif untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Fokus Capex untuk Ekspansi Jaringan WIFI
Manajemen mengalokasikan total belanja modal (capital expenditure atau capex) sekitar Rp7 triliun pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk penambahan homepass dan home connect pada bisnis Fiber to the Home (FTTH), serta pengadaan perangkat Fixed Wireless Access (FWA).
Hingga semester pertama 2026, perseroan telah merealisasikan penyerapan capex sebesar Rp1 triliun. Terdapat juga alokasi khusus sekitar Rp500 miliar untuk fiberisasi menara dan Rp1,5 triliun untuk penambahan hingga 2 juta home connect.
Transformasi Deployment dan Inovasi Produk
Guna mempercepat perluasan cakupan, perseroan mulai mengurangi ketergantungan pada infrastruktur menara dan beralih mengembangkan skema deployment melalui rooftop. Strategi deployment ini akan dipusatkan pada rumah pelanggan maupun lokasi mitra yang telah terhubung ke jaringan FTTH.
Perusahaan juga meluncurkan layanan berkecepatan tinggi bernama Starlite Prime dan Starlite Super untuk memenuhi kebutuhan live streaming dan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Starlite Super menawarkan kecepatan hingga 2 Gbps dengan harga terjangkau di kisaran Rp250.000 per bulan.
Proyeksi Pertumbuhan Pelanggan FWA dan FTTH
Pada tahun 2026, perusahaan membidik target operasional berupa 5.500 sites FWA, 3,5 juta home passes FTTH, serta sekitar 3 juta pelanggan FWA. Target ambisius ini didukung oleh kehadiran program Rumah Sahabat IRA yang kini telah memiliki lebih dari 9.000 anggota terdaftar untuk mendukung aktivitas penjualan.
Hingga akhir Juni 2026, total pelanggan layanan FWA dan FTTH tercatat mencapai angka 1,85 juta pengguna. Perseroan menargetkan ekspansi jaringan lebih lanjut pada 2027 dengan target pembangunan lebih dari 9.000 sites FWA.
Profil Profitabilitas dan EBITDA Margin
Di tengah agresivitas ekspansi, perseroan mampu mencatatkan EBITDA margin sebesar 60,4% pada paruh pertama 2026. Pencapaian tersebut terjadi pada tingkat Average Revenue Per User (ARPU) yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp250.000.
Ke depan, pihak manajemen meyakini tingkat sustainable EBITDA margin dapat dipertahankan pada kisaran 50% hingga 60% seiring dengan membesarnya skala bisnis. Upaya menjaga tingkat churn juga terus dikelola melalui penerapan harga yang terjangkau, peningkatan user experience, dan stabilitas jaringan.
Ringkasan Kinerja dan Operasional
| Indikator Kinerja / Operasional | Capaian / Target (2026) |
| Realisasi Capex 1H26 | Rp1 Triliun |
| Anggaran Total Capex 2026 | Rp7 Triliun |
| Total Pelanggan Terdaftar 1H26 | 1,85 Juta |
| Target Pelanggan FWA 2026 | 3 Juta |
| Target Home Passes FTTH 2026 | 3,5 Juta |
| EBITDA Margin 1H26 | 60,4% |
Rencana pengembangan infrastruktur yang konsisten menempatkan emiten ini pada posisi kompetitif untuk menangkap peluang pertumbuhan di era digitalisasi. Integrasi layanan internet berkecepatan tinggi yang terjangkau diharapkan menjadi motor penggerak stabilitas pendapatan jangka panjang.
Tentang PT Solusi Sinergi Digital Tbk PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) adalah perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang menyediakan layanan internet berbasis Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Perusahaan terus membangun jaringan fiber optic backbone di Pulau Jawa, melakukan ekspansi ke Sumatra, serta mengembangkan jaringan laut yang menghubungkan Jawa Timur hingga Papua.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin