- Perusahaan menargetkan ekspansi produk digital seperti SIM card, e-signature, dan RFID dengan potensi kontribusi revenue sekitar 2–3% dari total bisnis.
- Pendapatan Q1-2025 meningkat 6–10%, didukung permintaan kartu Telco dan digitalisasi, dengan rencana pembagian dividen Rp24 (final) dan Rp17 (interim) per saham.
- Capex 2025 diperkirakan Rp60 miliar, difokuskan untuk mesin baru guna meningkatkan produktivitas.
- Tantangan utama adalah kondisi ekonomi global dan pelemahan domestik, namun perusahaan tetap yakin dengan strategi diversifikasi produk.
- Produk E-KTP diproyeksi tumbuh 10% dan paspor naik 20–30% dari total penjualan 2024, menandakan prospek positif sektor identitas digital.
Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!