PT Green Power Group Tbk (LABA) resmi menandatangani perjanjian dengan PT Oscar Investama Indonesia pada 23 September 2026 untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN). Aksi korporasi Ekspansi Bisnis Baterai LABA 2026 ini berfokus pada layanan Battery-as-a-Service untuk truk listrik guna meringankan beban biaya modal awal para operator armada logistik. Keputusan strategis ini memberikan potensi diversifikasi pendapatan jangka panjang bagi perusahaan melalui pengelolaan aset baterai dan fasilitas pengisian daya.
Rincian Aksi Korporasi Ekspansi Bisnis Baterai LABA 2026
Perjanjian kerja sama strategis ini mencakup pendirian, investasi, serta tata kelola PT Gobattery Solusi Indonesia yang akan beroperasi di seluruh rantai layanan baterai. Entitas baru ini dirancang untuk menjalankan perdagangan, penyewaan baterai, penyimpanan tenaga listrik, instalasi jaringan, hingga operasional fasilitas pengisian daya dan reparasi.
Susunan manajemen awal menetapkan Direktur Utama LABA, Chen Xiaoxiao, sebagai Direktur GOIN. Sementara itu, Williem Tanjung Oscar dari PT Oscar Investama Indonesia ditunjuk untuk mengisi posisi Komisaris perusahaan.
Model bisnis Battery-as-a-Service menjadi fokus utama operasi awal perusahaan. Skema ini memisahkan kepemilikan baterai dari unit kendaraan niaga, sehingga operator hanya perlu membayar biaya sewa bulanan dan menjadikan transisi elektrifikasi lebih masuk akal secara finansial. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal Lengkap
Penyelesaian aksi korporasi ini dilakukan melalui serangkaian tahapan legal dan administratif. Berikut rincian jadwal pembentukan usaha berdasarkan dokumen keterbukaan informasi:
- 23 September 2026: Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendirian, Investasi, dan Pengelolaan entitas baru.
- Tahap Lanjutan Pertama: Proses penandatanganan akta pendirian dan pengesahan status badan hukum perusahaan patungan.
- Tahap Lanjutan Kedua: Pengurusan perizinan berusaha pada instansi pemerintah terkait.
- Tahap Operasional: Memulai kegiatan komersial secara bertahap pada rute logistik terukur setelah seluruh perizinan operasional dikantongi.
Dampak bagi Investor
Pembentukan entitas anak patungan ini berpotensi memberikan sentimen positif melalui penambahan sumber pendapatan berulang (recurring income) dari biaya penyewaan baterai bulanan. Investor perlu mengetahui bahwa ekspansi strategis ini tidak melibatkan penerbitan saham baru langsung, sehingga tidak memicu dilusi kepemilikan saham bagi para investor publik.
Kemitraan dengan grup Oscarmas secara signifikan meminimalisasi risiko operasional bagi LABA dalam menembus pasar kendaraan niaga. Jaringan distribusi yang telah mapan di 11 kota besar diharapkan mempercepat penetrasi pasar infrastruktur elektrifikasi truk di Indonesia. Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia
Kondisi Keuangan Terkait
Dokumen resmi belum merincikan nilai nominal investasi atau proporsi suntikan modal awal untuk PT Gobattery Solusi Indonesia. Meski demikian, alokasi dana akan disalurkan untuk membangun infrastruktur operasional secara bertahap pada rute logistik yang memiliki prospek bisnis terukur.
Langkah penyediaan modal kerja ini selaras dengan peta jalan transformasi bisnis perusahaan. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari proses akuisisi oleh PT Nev Stored Energy (NSE) dan PT Longping Investasi Indonesia (LII) pada bulan Juni 2024 silam.
FAQ
Apa itu PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN)? GOIN merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh LABA dan PT Oscar Investama Indonesia pada 23 September 2026. Perusahaan ini secara khusus bergerak di bidang penyediaan solusi baterai terintegrasi untuk kendaraan niaga dan infrastruktur pengisian daya listrik.
Bagaimana skema penyewaan baterai menguntungkan operasional truk listrik? Layanan Battery-as-a-Service membuat operator armada tidak perlu membeli baterai yang berharga mahal secara langsung. Operator cukup membayar biaya sewa rutin per bulan, sehingga menekan biaya modal awal (CAPEX) menjadi biaya operasional (OPEX) yang lebih ringan.
Apakah aksi korporasi ini berdampak negatif pada struktur modal emiten?
Aksi ini merupakan pendirian unit usaha bersama yang diproyeksikan mengoptimalkan kas perusahaan untuk belanja modal produktif. Tidak ada aktivitas seperti penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) yang diumumkan, sehingga risiko dilusi saham tidak terjadi.
Poin Penting bagi Investor
- LABA resmi memasuki segmen infrastruktur kendaraan komersial listrik melalui pembentukan anak usaha baru pada September 2026.
- Fokus pendapatan berasal dari skema Battery-as-a-Service yang menyasar perusahan logistik dan operator armada truk.
- Mitra bisnis merupakan perusahaan terafiliasi Oscarmas, distributor alat berat berpengalaman sejak tahun 2007.
- Implementasi perluasan pasar akan dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menjaga kesehatan kinerja operasional.
Profil Singkat Perusahaan
PT Green Power Group Tbk (LABA) berdiri pada tahun 1989 sebagai entitas penyedia produk baja industri. Pasca rampungnya proses akuisisi pada Juni 2024, arah bisnis perusahaan bertransformasi secara total ke sektor energi hijau berkelanjutan dan teknologi baterai.
PT Oscar Investama Indonesia adalah perusahaan investasi yang memiliki afiliasi langsung dengan grup Oscarmas. Oscarmas yang berpusat di Jakarta dan memiliki bengkel (workshop) di Bekasi telah beroperasi sejak 2007 sebagai agen berbagai produk alat berat kelas dunia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin