ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Bubble Story: Dotcom Bubble

Dua bubble yang tercipta dalam 30 tahun terakhir terjadi karena peranan secara tidak langsung dari The Fed. Semua berawal dari The Fed atau bank sentral yang menurunkan interest rate. Ketika ini terjadi maka cheap money akan banyak beredar karena orang – orang gampang mengambil pinjaman dengan bunga rendah dari bank untuk melakukan spekulasi. Entah itu spekulasi di real asset atau malah di paper asset.

Dan begitu sudah banyak yang melakukan spekulasi, The Fed menghukum para spekulan dengan menaikan interest rate yang pada gilirannya akan membuat beban bunga pinjaman meningkat sehingga para spekulan susah membayar bunga.

Kira – kira hal itu lah yang terjadi di 2001 dan 2008 ketika dot com bubble dan krisis subprime mortgage atau krisis perumahan AS. Itu juga yang terjadi ketika Nikkei Bubble di 1989-1990.

Di awal 90an, ekonomi AS menunjukkan perbaikan sehingga the fed menaikkan interest rate dari 4% di 1994 menjadi 5,5% di 1995. Lalu kemudian terjadi krisis Jepang sebagai efek dari Nikkei Bubble di 1989-1990. GDP Jepang ambruk. Karena Jepang adalah raksasa ekonomi dunia di 90an, kabar resesi Jepang mengakibatkan kepanikan di market dan mengakibatkan spill over effect ke negara lain.

Karena tidak ingin melakukan lagi Bailout setelah krisis Peso Meksiko akhirnya pemerintah AS dan Jerman berupaya memberikan subsidi kepada Jepang dengan membeli semua barang buatan Jepang dan mereka pun menyuntikkan banyak likuiditas alias printing money serta menurunkan interest rate agar Jepang bisa selamat. Dan likuiditas alias duit hasil printing tersebut ternyata tidak semua mengalir ke barang – barang Jepang dan forex Jepang tapi justru banyak yang mengalir ke pasar saham.

Banjir likuiditas membuat pasar saham rally. Terutama karena saat itu adalah era kebangkitan Internet, maka story internet bisa membuat saham bisa rally berhari-hari sama seperti story mobil listrik dan story bank digital di awal 2021. Saham internet yang IPO hari pertama bisa cuan ratusan persen. Saham Linux waktu IPO pertama kali langsung melonjak 600%. Mirip dengan fenomena kriptonian saat ini.

Karena The Fed melihat kondisi bubble ini maka the Fed pun menaikan interest sebanyak 6x antara Juni 1999 hingga Mei 2000. Tapi rally Nasdaq belum berhenti masih sempat naik dari nilai 2000 di Juni 1999 ke 3900 di Mei 2000. Sampai akhirnya kolaps dengan sendirinya ke 2471 di Desember 2021. Anjlok >50%.

Jadi kalau story repeat itself, maka butuh 6x the fed menaikan interest Rate agar bubble dotcom bisa pecah.

Saat ini kondisinya the fed belum menaikkan interest rate. Jadi spekulasi kripto dan spekulasi saham serta semua spekulasi lainnya bisa tetap subur. Bitcoin dan saham technology di AS masih bisa terus rally. Bunga margin masih rendah dan semua cheap money butuh outlet.

Tapi jangan lupa, always keep prepare for the worst. Diversification and selot selot only. Don’t take too much risk.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

Leave a Reply