Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightDukung Program Makan Bergizi Gratis, BEEF Ekspansi ke Bisnis Susu Perah dan...

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, BEEF Ekspansi ke Bisnis Susu Perah dan Kerbau dengan Investasi Rp 319 Miliar

Emiten pengolahan makanan beku dan peternakan sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), berencana melakukan ekspansi bisnis besar-besaran. Perseroan akan merambah sektor pembibitan dan budidaya sapi perah serta penggemukan kerbau guna mendukung program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicermati investor terkait rencana korporasi ini:

1. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru 

Manajemen BEEF melihat peluang besar dari program pemerintah yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah masif. Oleh karena itu, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha (KBLI) berikut:

  • Sapi Perah & Susu: Pembibitan dan budidaya sapi perah untuk memproduksi susu, serta perdagangan besar susu dan produk susu.
  • Kerbau Potong: Pembibitan dan penggemukan kerbau sebagai alternatif daging merah yang lebih terjangkau bagi masyarakat selain daging sapi.
  • Cold Storage Komersil: Memaksimalkan fasilitas cold storage di Subang yang pembangunannya sudah 100% untuk disewakan secara komersil guna menambah pendapatan berulang (recurring income).

2. Nilai Investasi dan Sumber Dana 

Untuk merealisasikan ekspansi ini, BEEF menganggarkan total investasi sebesar Rp 319,37 miliar. Struktur pendanaannya terdiri dari:

  • 60% (Rp 191,6 miliar): Berasal dari pinjaman bank (Kredit Investasi).
  • 40% (Rp 127,7 miliar): Berasal dari utang pemegang saham.

Dana ini utamanya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas cold storage (porsi terbesar), pembelian sapi, kerbau, serta mesin dan peralatan pendukung.

3. Prospek Cuan dan Kelayakan Bisnis 

Berdasarkan studi kelayakan independen, proyek ekspansi ini dinilai layak dan menguntungkan bagi investor dengan indikator sebagai berikut:

  • NPV (Net Present Value): Bernilai positif sebesar Rp 1,22 triliun, yang menandakan proyeksi arus kas masuk lebih besar dari investasi yang dikeluarkan.
  • IRR (Internal Rate of Return): Mencapai 58,88%, jauh di atas biaya modal/bunga pinjaman yang diasumsikan sekitar 9,52%.
  • Payback Period: Modal investasi diperkirakan kembali dalam waktu 3 tahun 9 bulan.

4. Kinerja Keuangan Terkini (Semester I-2025) 

Sebelum melakukan ekspansi, kondisi keuangan BEEF terpantau membaik. Per 30 Juni 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 3,45 triliun dengan laba bersih Rp 73,7 miliar. Ini menunjukkan pemulihan signifikan dibanding kerugian yang dialami pada periode 2020-2022.

5. Agenda Rapat Pemegang Saham 

Realisasi rencana ini bergantung pada restu investor. BEEF akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Jumat, 28 November 2025 untuk meminta persetujuan perubahan anggaran dasar dan penambahan kegiatan usaha tersebut.

Jika disetujui, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi BEEF sebagai pemimpin industri protein hewani terintegrasi di Indonesia, sekaligus mengamankan pendapatan jangka panjang dari tingginya permintaan susu dan daging nasional.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here