Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightDSNG Jaga Pertumbuhan Kinerja Perseroan Pada Kuartal 1-2026

DSNG Jaga Pertumbuhan Kinerja Perseroan Pada Kuartal 1-2026

Jakarta, 27 April 2026 – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal 1-2026, dengan pendapatan mencapai Rp 2,9 triliun atau tumbuh 8% YoY dan laba dibukukan sebesar Rp 421 miliar, tumbuh 15% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan. Penjualan CPO meningkat 18% namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.

“Perseroan menyiapkan berbagai langkah startegis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar,” jelas Andrianto.

Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat 10% YoY menjadi Rp 2 triliun seiring peningkatan volume penjualan CPO. Namun, upaya Perseroan dalam melakukan deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba Perseroan.

Dari sisi produksi, Perseroan mencatatkan produksi TBS sebesar 492 ribu ton atau meningkat 2,7% YoY. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2% YoY, sementara kebun inti meningkat 1,8% YoY. Produksi CPO tercatat meningkat 2,1% menjadi 141 ribu ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9% YoY sebesar 27 ribu ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7% YoY sebesar 8,5 ribu ton. Kinerja operasional tercermin dari Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23,32% serta tingkat Free Fatty Acid (FFA) di kisaran 3%.

Pada segmen industri kayu, tekanan pasar global masih berlanjut hingga kuartal 1-2026, seiring melemahnya permintaan terhadap produk panel dan, terutama engineered flooring yang memiliki eksposur tinggi ke Amerika Serikat. Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan dan administrasi tarif di Amerika Serikat, turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli dan penundaan keputusan pembelian.

Perseroan mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu $m^{3}$, dan engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56 ribu $m^{2}$. Baik panel maupun engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5% dan 63,2% YoY.

Pada segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp 40,2 miliar, turun 8,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh volume ekspor cangkang inti sawit (Palm Kernel Shell/PKS) yang menurun akibat melemahnya permintaan di pasar biomassa Jepang.

Hingga 31 Maret 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp 17,7 triliun, meningkat 0,8% YoY. Liabilitas tercatat sebesar Rp 5,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp 12 triliun.

Pada bulan April 2026, DSNG tercatat masuk dalam daftar 500 perusahaan di Asia Pasifik versi majalah TIME yang berbasis di Amerika Serikat, berdasarkan sejumlah indikator seperti kepuasan karyawan, pendapatan, dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

TENTANG PT DHARMA SATYA NUSANTARA Tbk

PT Dharma Satya Nusantara Tbk didirikan pada 29 September 1980 yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan. Hingga akhir Desember 2025, Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam 111,9 ribu hektar dan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 675 ton per jam, yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO. Sedangkan di segmen usaha produk kayu, Perseroan memiliki 2 pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 m2 engineered flooring dan 12.000 m3 panel. Sementara segmen energi terbarukan saat ini melakukan ekspor cangkang kelapa sawit dan wood pellet sebagai bahan baku biomasa untuk pembangkit tenaga listrik di Jepang

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here