Dalam setahun sudah minus 34%. Padahal labanya not bad. Investor Sedangkan fase Gembelisasi.
Pada tahun 2024, laba per kuartal tercatat Rp133 miliar di Q1, Rp104 miliar di Q2, dan Rp175 miliar di Q3. Jika dihitung total TTM (Trailing Twelve Months) hingga Q3, laba mencapai Rp504 miliar. Namun, angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan 2023, di mana total laba TTM tercatat sebesar Rp612 miliar, dengan kontribusi Q1 Rp216 miliar, Q2 Rp130 miliar, Q3 Rp174 miliar, dan Q4 Rp92 miliar. Cukup untuk dividen
Jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti 2021 dan 2020, DRMA telah mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada 2021, laba annualised mencapai Rp301 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan hanya Rp19 miliar pada 2020. Bahkan, di 2022, angka ini melonjak menjadi Rp394 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan di 2024, DRMA tetap mengalami tren pertumbuhan yang positif dalam jangka panjang.
Kapitalisasi pasar DRMA saat ini berada di Rp4,329 triliun, mencerminkan nilai perusahaan yang cukup besar di pasar. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 4,71 miliar, kita bisa menghitung harga saham wajar perusahaan berdasarkan laba annualised. Misalnya, pada 2023 dengan laba annualised Rp612 miliar, harga saham wajar dihitung Rp1.000 per saham (dibulatkan ke bawah). Sementara itu, untuk 2024 dengan laba annualised Rp549 miliar, harga saham wajarnya menjadi Rp897 per saham.
Jika kita mundur ke beberapa tahun sebelumnya, pada 2018 dengan laba annualised Rp124 miliar, harga saham wajarnya adalah Rp202. Pada 2019 dengan laba Rp174 miliar, harga wajarnya Rp284. Tahun 2020, meski laba hanya Rp19 miliar, harga wajar tetap dihitung sebesar Rp31 per saham. Di tahun 2021, dengan laba Rp301 miliar, harga wajarnya mencapai Rp492, dan melonjak ke Rp644 di 2022 berkat laba sebesar Rp394 miliar.
Kinerja keuangan DRMA
Laba Per Kuartal (2024)
Q1: Rp133 miliar
Q2: Rp104 miliar
Q3: Rp175 miliar
Total TTM (hingga Q3): Rp504 miliar
Laba Per Kuartal (2023)
Q1: Rp216 miliar
Q2: Rp130 miliar
Q3: Rp174 miliar
Q4: Rp92 miliar
Total TTM: Rp612 miliar
Laba Per Kuartal (2021-2022)
Q4 2022: Rp144 miliar
Annualised 2021: Rp301 miliar
Annualised 2020: Rp19 miliar
Kapitalisasi Pasar dan Jumlah Saham
Kapitalisasi Pasar: Rp4,329 triliun
Jumlah Saham Beredar: 4,71 miliar
Harga Saham Wajar Berdasarkan Laba Tahunan
2018
Laba Annualised: Rp124 miliar
Harga Saham Wajar: Rp202
2019
Laba Annualised: Rp174 miliar
Harga Saham Wajar: Rp284
2020
Laba Annualised: Rp19 miliar
Harga Saham Wajar: Rp31
2021
Laba Annualised: Rp301 miliar
Harga Saham Wajar: Rp492
2022
Laba Annualised: Rp394 miliar
Harga Saham Wajar: Rp644
2023
Laba Annualised: Rp612 miliar
Harga Saham Wajar: Rp1.000
2024
Laba Annualised: Rp549 miliar
Harga Saham Wajar: Rp897
Tren
Penurunan pendapatan pada 2024 dibandingkan 2023, terutama di Q1 dan Q2.
Laba 2024 masih lebih tinggi dibandingkan 2021 dan 2020.
Kapitalisasi Pasar Rp4,329 triliun menunjukkan nilai pasar yang besar.


